Lappung – 4 komoditas jadi fokus pengendalian inflasi di Lampung hingga 2024.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menegaskan pentingnya pengendalian inflasi pangan melalui fokus pada 4 komoditas utama.
Yaitu, cabai, beras, daging ayam, dan bawang merah.
Baca juga : Sinergi KLHK dan Lampung, Lokakarya IAD Dorong Industri Perhutanan Sosial
Keempat komoditas tersebut diprioritaskan dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) hingga akhir 2024.
Sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi yang berlebihan.
“Komoditas-komoditas ini memiliki potensi besar sebagai penyumbang inflasi tahunan.
“Baik dari segi frekuensi maupun rata-rata kenaikan harga dari bulan ke bulan,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Lampung, Achmad P Subarkah, Sabtu, 28 September 2024.
Menurut Achmad, penguatan GNPIP di Lampung sangat penting untuk menjaga keterjangkauan harga, memastikan pasokan yang stabil, serta melancarkan distribusi.
“Penguatan program ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat.
“Agar tidak melakukan pembelian secara besar-besaran yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” tambahnya.
Langkah Pengendalian Inflasi
BI Lampung, melalui program GNPIP, telah merancang berbagai langkah strategis untuk memastikan 4 komoditas pangan tersebut tidak menjadi penyumbang inflasi di tahun mendatang.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama antardaerah, seperti mengurangi simpul distribusi pangan untuk bawang merah, sehingga harga yang diterima konsumen lebih rendah.
Baca juga : Wah, Mentega Shortening dari Lampung Laris Manis di Yunani!
“Kami memfasilitasi kerja sama antara petani dan distributor besar melalui pasar atau BUMD.
“Ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi, sehingga petani bisa menjual langsung dengan harga yang lebih kompetitif,” jelas Achmad.
Selain itu, BI juga menggelar operasi pasar secara rutin, memperkuat ketahanan pangan strategis, serta memberikan subsidi ongkos angkut untuk memastikan pasokan tetap stabil.
Pemerintah juga mendukung penggunaan alat mesin pertanian dan sarana produksi pertanian (saprotan) untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan di tingkat petani.
