Penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini secara langsung mengintervensi penurunan angka kemiskinan ekstrem di Lampung, sekaligus menciptakan efek multiplier (multiplier effect) ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja konstruksi daerah.
4. Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Kemandirian Pupuk Organik
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sektor pertanian merupakan pilar utama eksistensi Lampung. Di masa lalu, problem klasik kelangkaan pupuk bersubsidi selalu menjadi momok bagi petani.
Menjawab tantangan tersebut, duet Mirza-Jihan menginisiasi pembangunan Unit Produksi Mikro Pupuk Organik yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kebijakan ini merefleksikan teori kemandirian ekonomi (Self-Reliance Development Theory). Dengan memproduksi pupuk secara mandiri di level desa, ketergantungan petani terhadap pasokan pupuk kimia luar daerah dapat ditekan.
Dampak nyata dari program ini adalah peningkatan produktivitas lahan pertanian padi dan jagung, serta kepastian stabilitas harga komoditas lokal di tingkat produsen yang berujung pada meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung.
5. Kepercayaan Publik Tertinggi dan Keamanan Investasi
Pembangunan tidak akan berjalan tanpa adanya stabilitas politik dan kepercayaan dari publik. Gaya kepemimpinan Mirza-Jihan yang inklusif, responsif terhadap keluhan warga via media sosial, serta bersih dari skandal birokrasi, melahirkan sentimen positif yang sangat kuat. Survei indeks kepuasan publik terhadap kinerja 16 bulan pemerintahan mereka menyentuh angka impresif 83,67%.
Tingginya stabilitas sosial-politik dan jaminan kepastian hukum ini berbanding lurus dengan meningkatnya iklim investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM memberikan konfirmasi dan pujian atas iklim usaha yang kondusif di Lampung saat ini:
“Lampung berhasil mentransformasikan diri menjadi magnet investasi baru di koridor Sumatra. Kepemimpinan Mirza-Jihan memberikan kepastian regulasi dan reformasi birokrasi yang ramah investor, yang sangat krusial dalam mendukung agenda hilirisasi industri berbasis pertanian nasional.” Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM
Pujian dari menteri terkait mempertegas posisi Lampung sebagai daerah yang tidak lagi sekadar mengandalkan letak geografisnya sebagai gerbang Sumatra, melainkan sebagai pusat pertumbuhan baru yang memiliki daya saing komparatif dan kompetitif tinggi.
Catatan Penutup: Menjaga Konsistensi Visi “Tiga Cita”
Enam belas bulan pertama telah memberikan fondasi yang sangat kokoh. Lompatan pertumbuhan ekonomi 5,58%, realisasi program kelistrikan, intervensi perumahan rakyat, reformasi pertanian, serta kepuasan publik yang tinggi adalah bukti konkret keandalan duet Mirza-Jihan.
Namun, tantangan ke depan dalam mewujudkan visi jangka panjang “Tiga Cita” hingga tahun 2030 tetap membutuhkan konsistensi kerja, pengawasan publik yang ketat, serta pemeliharaan ritme kerja birokrasi agar tidak kendor.
Masyarakat Lampung kini tidak lagi sekadar berharap, mereka telah menyaksikan dan merasakan sebuah fajar baru pembangunan yang digerakkan oleh kompetensi, inovasi, dan komitmen tulus dari pemimpin muda mereka. (*)
————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network