4. Waktu Berjalan Berbeda di Luar Angkasa.
Fakta ini berasal dari teori relativitas milik Albert Einstein yang menyatakan bahwa gravitasi dapat memengaruhi waktu.
Semakin kuat gravitasi suatu objek, semakin lambat waktu berjalan. Efek ini disebut dilatasi waktu gravitasi.
Sebagai contoh, astronaut di luar angkasa sebenarnya mengalami waktu sedikit lebih cepat dibanding manusia di Bumi karena gravitasi di orbit lebih lemah. Perbedaannya memang sangat kecil, tetapi dapat diukur dengan jam atom superakurat.
Fenomena ini juga digambarkan dalam film Interstellar, ketika satu jam di dekat lubang hitam setara bertahun-tahun di Bumi.
Tanpa memperhitungkan relativitas waktu, sistem GPS modern bahkan bisa mengalami kesalahan navigasi hingga beberapa kilometer setiap hari.
5. Galaksi Terus Bergerak dan Alam Semesta Mengembang.
Alam semesta ternyata tidak statis. Semua galaksi terus bergerak menjauh satu sama lain karena ruang alam semesta terus mengembang sejak peristiwa Big Bang miliaran tahun lalu.
Penemuan ini pertama kali diperkuat oleh astronom Edwin Hubble yang menemukan bahwa galaksi-galaksi jauh bergerak menjauh dari Bumi.
Bahkan, ilmuwan menemukan bahwa laju perluasan alam semesta semakin cepat akibat energi misterius yang disebut dark energy atau energi gelap.
Diperkirakan lebih dari 68% isi alam semesta terdiri dari energi gelap yang hingga kini belum benar-benar dipahami manusia.
Kesimpulan
Luar angkasa adalah tempat penuh keajaiban yang melampaui imajinasi manusia. Dari hujan berlian di planet raksasa, suara misterius Matahari, hingga waktu yang berjalan berbeda akibat gravitasi, semuanya menunjukkan betapa luas dan kompleksnya alam semesta.
Semakin berkembang teknologi astronomi, semakin banyak fakta menakjubkan yang berhasil ditemukan. Namun, di balik semua pengetahuan itu, manusia baru memahami sebagian kecil dari rahasia luar angkasa yang sebenarnya. (*)
—————————————————————
* Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber, hasil penelusuran terbuka tim redaksi.





Lappung Media Network