Seperti Sutarmi, seorang ibu 2 anak yang tinggal di kawasan Sukabumi, Kota Bandarlampung.
Setiap hari, ia harus bekerja keras sebagai buruh untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Dengan penghasilan yang pas-pasan, Sutarmi sering kali harus memilih antara membeli makanan atau membayar biaya sekolah anak-anaknya.
Baca juga : 2 Ribu Warga Tulangbawang Barat Terdampak Kemiskinan Ekstrem
Cerita Sutarmi bukanlah satu-satunya. Banyak keluarga di Lampung yang hidup di bawah garis kemiskinan, berjuang untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meskipun upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan terus dilakukan, tantangan besar masih menghadang.
