Lappung – Kabinet Mahasiswa Itera dorong pembangunan Kota Baru Lampung Selatan.
Polemik infrastruktur di Provinsi Lampung telah hangat menjadi bahan perbincangan sejak tragedi kritik oleh TikToker Bima 1 tahun belakangan ini.
Baca juga : Itera dan Pertamina Foundation Kembangkan Spot Wisata Pagar Jaya
Hal itu menyebabkan infrastruktur Lampung menjadi sorotan berbagai pihak tidak terkecuali di wilayah Kota Baru, di Kabupaten Lampung Selatan.
Terkait hal tersebut, Kementerian Kajian Strategis Kabinet Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) berinisiatif menggelar lokakarya pada Sabtu, 30 September 2023.
Ajang lokakarya ini mengusung tema Rekonstruksi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan mengundang pembicara yang berkompeten di bidangnya baik dari perwakilan Gubernur Lampung.
Lalu, DPRD Lampung, perwakilan Rektorat, dan diramaikan oleh para mahasiswa Itera.
Presiden KM Itera, Erza Refenzela, menjelaskan, pentingnya pembangunan infrastruktur yang digaet oleh Pemprov Lampung diharapkan dapat mengubah nasib Kota Baru.
Baca juga : Itera Borong 7 Medali Pencak Silat Rektor Unila
Salah satu kampus negeri di daerah Bandarlampung yakni Unila, kata Erza akan mendirikan kampus kedua di wilayah Kota Baru.
Rencana kampus kedua itu akan dibangun di atas lahan seluas 150 hektar dengan sumber modal dari Pemprov Lampung.
Beberapa tantangan yang dihadapi seperti stagnasi, infrastruktur yang usang, dan mangkraknya anggaran, penting untuk diperhatikan.
Dengan adanya rekonstruksi pembangunan untuk mewujudkan visi Indonesia di 100 tahun berdirinya negara ini, kata dia, Kota Baru sudah menjadi wilayah yang mampu melakukan pembaruan.
Hingga mampu menghidupkan kembali segala sektor terkait.
Kabinet Mahasiswa Itera Dorong Pembangunan Kota Baru
Erza menjelaskan, Lampung yang menjadi gerbang utama pergerakan manusia ke Pulau Sumatera, masih membutuhkan sentuhan proyek-proyek andalan pemerintah.
Baca juga : Vina Muliana Berbagi Kiat di Itera Career Day
“Kami menekankan bahwa KM Itera mendorong menghidupkan kembali Kota Baru yang sudah lama mati.
“Dan Pemprov Lampung bisa turut mengikutsertakan mahasiswa dalam membangun Kota Baru ke depannya untuk menghadirkan inovasi solutif dari mahasiswa,” jelas Erza.
Kaji Ulang Anggaran
Dilansir dari laman resmi Dinas BMBK Lampung.
Proyek Kota Baru sempat terhenti lantaran adanya pengalihan fokus prioritas anggaran guna penanganan pandemi Covid-19.
Di samping itu alasan defisit anggaran Pemprov Lampung saat awal Arinal Djunaidi menjabat sebagai gubernur pun turut menjadi salah satu faktor penyebab mangkraknya proyek yang dinilai strategis tersebut.
Namun, sejak adanya gerbang exit Tol Kota Baru yang masuk dalam bagian jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) semakin banyak pemukiman yang tersebar di sekitar kawasan tersebut.
Melihat adanya geliat perkembangan di sekitar Kota Baru setelah adanya Jalan Tol Trans Sumatera, Pemprov Lampung kemudian membangun kembali jalan di kawasan tersebut.
Jalan di sekitar kawasan Kota Baru pun diperlebar yang tadinya hanya 3 meter menjadi 6,75 meter.
Kabarnya, Pemerintah Provinsi Lampung bakal mengkaji ulang anggaran Rp1,2 triliun dan kembali berusaha menganggarkannya pada APBD 2024 mendatang.
Baca juga : ITERA dan UGM Kerjasama Pengembangan Program Tridarma





Lappung Media Network