Lappung – HK cegah hewan seberangi JTTS lewat pagar pembatas.
PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jalan tol.
Baca juga : 13 Ruas JTTS Ditarget Rampung Tahun Ini
Komitmen itu dengan terus memastikan mainroad dan fasilitas penunjang yang ada dapat dilintasi dengan aman sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditentukan.
Salah satunya yaitu, antisipasi masuknya hewan liar dan hewan ternak ke jalan tol.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo, menjelaskan langsung soal ini, Minggu, 15 Oktober 2023.
Dia mengatakan bahwa Hutama Karya telah menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi hewan liar/hewan ternak melintas di jalan tol.
Caranya, dengan membangun perlintasan satwa yang terdiri dari gajah, simpanse, dan reptil yang berada di Tol Pekanbaru-Dumai dan Tol Sigli-Banda Aceh.
Serta menanam tanaman sesuai dengan pangan satwa sekitar agar hewan tidak kelaparan dan terdistraksi oleh pangan tersebut.
“Perlintasan tersebut dibangun untuk menjaga kelestarian habitat hewan dan memastikan agar ekosistem yang ada di lingkungan tersebut tetap terjaga,” tutur Tjahjo.
Baca juga : Tol Trans Sumatera Hidupkan UMKM Lampung-Sumsel
Lebih lanjut Tjahjo menyampaikan, bahwa selain membangun perlintasan satwa, Hutama Karya juga memasang pagar pembatas berlapis.
Pagar berbahan kawat itu dipasang di seluruh jalan tol yang dikelola untuk menghalang hewan menembus langsung ke jalan tol.
Hingga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar jalan tol, pengurus RT/RW, kepala desa maupun pengurus penangkaran sekitar.
Tak lain untuk menjaga hewan ternaknya tetap terkendali di dalam kandang dan tidak memasuki area jalan tol.
“Penyuluhan tersebut penting dilakukan mengingat kejadian ini tidak hanya merugikan pengguna jalan ataupun pengelola tol. Tapi juga merugikan pemilik hewan itu sendiri,” ungkapnya.
HK Cegah Hewan Seberangi JTTS
Sebagai tambahan informasi, pemantauan aktivitas serta kondisi pagar pembatas dilakukan oleh petugas patroli, keamanan dan tata tertib (kamtib) jalan tol.
Yang bekerjasama dengan Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob termasuk dalam penangkapan perusakan ataupun pencurian pagar pembatas jalan utama.
Baca juga : 5 BUMN Dialokasikan Rp42 Triliun
Seperti yang telah dilakukan di Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Tol Palembang-Indralaya, Tol Bengkulu-Taba Penanjung, Tol Pekanbaru-Dumai dan Tol Sigli-Banda Aceh.
Rusdi, penjaga hewan ternak di sekitar Tol Pekanbaru-Dumai mengatakan, biasanya petugas tol setiap sebulan sekali mengadakan sosialisasi terkait himbauan hewan masuk tol.
Ia menjelaskan, kejadian hewan menerobos biasanya terjadi kalau situasi yang tidak terkendali.
“Misalnya saat musim kawin terus kebutuhan mereka tidak terpenuhi, tingkat agresivitas jadi lebih tinggi, khususnya untuk hewan-hewan yang berukuran besar.
“Seperti gajah, kerbau, sapi dan sejenisnya yang bisa menerobos pagar pembatas berlapis yang sudah disiapkan,” ungkapnya. .
Terkait hal ini, Hutama Karya menghimbau pengguna jalan tol yang melihat hewan ternak/hewan liar masuk ke jalan tol untuk tidak panik.
Segera menurunkan kecepatan berkendara secara perlahan, tidak membunyikan klakson karena akan membuat hewan terkejut dan panik.
Lalu mengamankan diri dengan menepi ke jalur kiri dan kembali melanjutkan perjalanan jika keadaan terlihat sudah aman.
Serta menghubungi call center jalan tol terdekat untuk melaporkan kejadian tersebut petugas tol.
Baca juga : 6 Titik Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Karhutla





Lappung Media Network