Lappung – Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor dan sekitarnya lagi musim gempa.
Kawasan Leuwiliang dan Nanggung Kabupaten Bogor menjadi sorotan setelah mengalami kegempaan sebanyak 25 kali.
Baca juga : 13 Desa di Mesuji Rawan Banjir
Kejadian itu tercatat dalam rentang waktu 6 Desember hingga 9 Desember, demikian data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa yang terjadi di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, dan Nanggung Kabupaten Bogor memiliki kekuatan bervariasi.
Dengan magnitudo terkecil 2,0 dan terbesar 4,0 dan Sebanyak 3 kali gempa dirasakan langsung oleh warga.
Daryono menjelaskan bahwa aktivitas gempa swarm saat ini mirip dengan yang terjadi pada Agustus 2019.
“Di mana terdapat 673 kejadian gempa, termasuk 22 kali gempa signifikan dengan magnitudo lebih dari 5,0.
“Guncangan gempa tersebut dirasakan sebanyak 56 kali,” jelas Daryono, pada Senin, 11 Desember 2023.
Selain wilayah Bogor, Daryono juga mencatat adanya aktivitas gempa sebanyak 5 kali di Zona Cianjur sejak 5 Desember.
Pada tanggal tersebut, satu gempa dengan magnitudo 2,5 dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga : SDN Oelii 2 Kini Layak tapi Pemerintah Jangan Abai
Kemudian, pada 7 Desember, terjadi dua kali gempa yang dirasakan (Mag. 2,8 dan Mag. 2,7) serta satu gempa tidak dirasakan (Mag. 1,9).
Bogor Lagi Musim Gempa dan Dampaknya
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan sejumlah kerusakan akibat gempa.
Bahwa gempa yang terjadi di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor pada Sabtu, 9 Desember 2023, pukul 07.00 WIB telah menyebabkan dampak signifikan.
Sebanyak 144 kepala keluarga (KK) atau 249 warga terdampak, dengan 11 KK atau 44 warga mengungsi ke tempat lebih aman.
Seperti tenda yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan di depan rumah masing-masing.
Baca juga : Titik Panas Lampung Terbanyak Kedua di Sumatera
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan langsung soal ini.
Ia menyebut, terdapat 3 unit rumah mengalami kerusakan berat, 18 unit rusak sedang, dan 52 unit rusak ringan.
Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti masjid, mushola, sekolah dasar, PAUD, dan fasilitas MCK juga mengalami dampak.
BPBD Kabupaten Bogor telah berada di lokasi untuk melakukan pendataan, analisis kejadian, mendirikan tenda pengungsi.
“Hingga berkoordinasi dengan pihak setempat dalam rangka penanganan lebih lanjut dan masih melakukan kaji cepat di lokasi terdampak,” ungkap Abdul Muhari.
Tidak hanya di Bogor, gempa juga berdampak ke Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Kecamatan Kabandungan.
Sebanyak 11 unit rumah mengalami kerusakan berat, 36 unit rusak sedang, dan 58 unit mengalami kerusakan ringan.
Sebanyak 9 KK memilih mengungsi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.
Warga dihimbau untuk menghindari bangunan yang retak dan rusak akibat gempa.
Lalu, memastikan struktur bangunan tetap kokoh sebelum kembali ke dalam rumah pasca gempa.
Serta mendapatkan informasi terkini dari lembaga berwenang untuk menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga : Polsek Gunung Agung Evakuasi Korban Bencana Banjir





Lappung Media Network