Lappung – Bandarlampung menguap panas selama 81 hari terasa seperti di oven.
Kota Tapis Berseri saat ini tengah berjibaku dengan suhu udara yang semakin menggila.
Baca juga : 9 Kota Ini Panasnya Minta Ampun, Bandarlampung?
Data terbaru dari Climate Central menempatkan Bandarlampung sebagai salah satu dari 5 kota terpanas di Asia Tenggara selama periode Juni hingga Agustus 2024.
Selama 81 hari, warga Bandarlampung merasakan sensasi seperti berada di dalam oven dengan suhu mencapai 35 derajat Celcius.
Kondisi ini dikonfirmasi oleh Koordinator Bidang Data BMKG Raden Inten Lampung, Rudi Hartono.
“Puncak musim kemarau memang membuat suhu udara di Lampung, terutama Bandarlampung, menjadi sangat tinggi.
“Minimnya curah hujan dan tutupan awan menyebabkan sinar matahari langsung menyengat permukaan bumi,” ujar Rudi, dilansir pada Sabtu, 21 September 2024.
Baca juga : Titik Panas Lampung Terbanyak Kedua di Sumatera
Warga Kepayahan
Panas ekstrem ini tak hanya membuat kulit terasa terbakar, namun juga berdampak pada aktivitas sehari-hari warga.
Banyak yang mengeluhkan kelelahan, dehidrasi, dan gangguan kesehatan lainnya.
Pedagang kaki lima pun mengeluhkan sepinya pembeli akibat cuaca panas yang menyengat.
“Saya sampai harus sering-sering minum air putih, tapi tetap saja terasa haus,” ungkap Ani, salah seorang warga Bandarlampung.
“Dagangan saya juga jadi sepi, karena siapa yang mau keluar rumah kalau panas begini,” tambah seorang pedagang es tebu di wilayah Sukabumi Indah.
Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan.
Baca juga : 13 Kecamatan di Bandarlampung Krisis Air Bersih
Beberapa tips yang diberikan antara lain:
Minum air putih yang cukup: Minimal 8 gelas sehari.
Hindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari: Jika terpaksa keluar rumah, gunakan pelindung kepala dan pakaian yang longgar.
Perbanyak konsumsi buah dan sayur: Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan vitamin.
Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala dehidrasi atau heatstroke.
Musim Hujan Diperkirakan Tiba Oktober
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Lampung akan berakhir pada pertengahan Oktober 2024.
Masyarakat diharapkan bersabar dan terus menjaga kesehatan hingga musim hujan tiba.
Bandarlampung Menguap Panas 81 Hari Terasa Seperti di Oven
Sekadar informasi, panas ekstrem yang melanda Bandarlampung menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga lingkungan.
Penebangan hutan secara liar dan perubahan iklim menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan suhu global.
Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Dengan upaya bersama, diharapkan kondisi iklim di Bandarlampung dapat kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
Baca juga : Badan Gizi Nasional Resmi Dibentuk, Ini Tugas dan Fungsinya





Lappung Media Network