Lappung – Mencari stabilitas di Lampung Bhayangkara FC tak lagi klub keliling.
Bhayangkara FC, klub binaan Polri, resmi mengumumkan kepindahannya untuk bermarkas di Lampung mulai kompetisi Liga 1 musim depan.
Baca juga : Bhayangkara FC Resmi ke Lampung, Gubernur Ajak Warga Jadi Suporter Fanatik
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya klub berjuluk The Guardian tersebut dalam mencari stabilitas dan mengakhiri identitas sebagai tim yang kerap berpindah-pindah atau seolah klub keliling.
Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, akan menjadi markas baru Bhayangkara FC setelah terjalinnya Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Keinginan kuat Bhayangkara FC untuk menetap di satu lokasi datang setelah bertahun-tahun klub ini terus berpindah markas.
Sejak berubah nama menjadi Bhayangkara FC pada 2016, tim ini memang dikenal publik sebagai tim yang tidak memiliki markas permanen.
CEO Bhayangkara FC, Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa perpindahan ke Lampung merupakan sejarah baru bagi klub dan telah mendapat restu dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Baca juga : Bhayangkara FC Lirik Lampung, Stadion Sumpah Pemuda Jadi Opsi Kandang di Liga 1
Sementara itu, COO Sumardji sangat yakin bahwa masa-masa nomaden klub akan benar-benar berakhir di Lampung.
“Bahwa sepakbola itu milik bangsa, salah satunya Bhayangkara FC yang sejarahnya panjang. Atas seizin Pak Kapolri, klub ini akan menorehkan sejarah baru,” ujar Agus Suryonugroho, dikutip pada Rabu, 23 April 2025.
Sumardji menambahkan, komitmen Bhayangkara FC untuk bertahan lama di Lampung bergantung pada dukungan masyarakat setempat.
“Kami tergantung (dukungan masyarakat). Selama masyarakat mendukung, kami akan berkomitmen dan berusaha memberikan prestasi, sampai masyarakat Lampung tidak ingin kami di Lampung lagi,” ucapnya.
Diketahui, rekam jejak perpindahan markas Bhayangkara FC memang cukup panjang.
Mereka pernah menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion PTIK dan Stadion Madya (Jakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion Wibawa Mukti (Kabupaten Bekasi), hingga terakhir di Liga 1 2023/2024 menggunakan Stadion Patriot dan PTIK.
Baca juga : Gubernur Mirza Pinang Bhayangkara FC, Dongkrak Sepak Bola Lampung
Bahkan, saat terdegradasi ke Liga 2, mereka memilih Stadion Tri Sanja Slawi di Tegal sebelum akhirnya promosi kembali.
Rentetan perpindahan inilah yang memunculkan persepsi Bhayangkara FC sebagai klub keliling di mata sebagian penikmat sepak bola nasional.
Keputusan Bhayangkara FC memilih Lampung disambut antusias oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani, melihat potensi simbiosis mutualisme dari kehadiran klub ini.
Ia berharap Bhayangkara FC dapat menjadi pengungkit semangat bagi kebangkitan sepak bola di Lampung, khususnya dalam pembinaan usia muda yang bisa menjadikan klub ini sebagai wadah dan tujuan bagi para talenta lokal.
“Kami pastikan, Lampung akan menjadi tuan rumah yang baik.
“Kami akan gerakkan potensi yang ada di Lampung untuk mendukung Bhayangkara Presisi FC,” kata Gubernur Mirza.
Mencari Stabilitas di Lampung Bhayangkara FC Tak Lagi Klub Keliling
Sebagai langkah awal, Bhayangkara FC akan bermarkas di Lampung selama 2 musim kompetisi sebagai masa percobaan.
Pihak klub berharap ini adalah akhir dari perpindahan markas, namun mereka menyadari bahwa situasi dan kondisi serta dukungan yang diberikan di masa depan akan tetap menjadi penentu keberadaan jangka panjang mereka.
Dengan tekad mengakhiri masa keliling, Bhayangkara FC berharap dapat menemukan stabilitas, membangun basis suporter yang kuat di Lampung, dan bersama-sama memajukan sepak bola di daerah tersebut, sembari berjuang maksimal di kompetisi Liga 1 musim depan.
Baca juga : Yoga Swara: Liga 4 RMD Cup Langkah Awal Sepak Bola Lampung ke Level Nasional




Lappung Media Network