Lappung – Dominasi perusahaan besar yang selama ini mengendalikan harga pakan ternak di Lampung bakal segera berakhir.
Pemerintah pusat memastikan kucuran investasi senilai hampir Rp1 triliun akan mendarat di Provinsi Lampung,Kabupaten Lampung Selatan untuk pembangunan pabrik pakan berkapasitas raksasa.
Baca juga : Investasi Rp3,2 Triliun, Cargill Resmikan Kilang Minyak Sawit Modern di Lampung
Proyek ini bukan sekadar wacana. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
Fasilitas itu digadang-gadang bakal menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera, sekaligus menjadi senjata negara untuk mematahkan praktik monopoli pasar yang kerap mencekik peternak mandiri.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua perusahaan saja.
“Kadang-kadang keuntungannya terlalu besar dan peternak yang dirugikan,” ujar Zulhas, diikutip pada Minggu, 23 November 2025.
Menurut Zulhas, ketergantungan pada segelintir penyedia pakan swasta membuat posisi tawar peternak lemah.
Dengan hadirnya pabrik yang dikelola kolaborasi BP BUMN dan mitra strategis, peternak di Lampung Selatan dan sekitarnya akan memiliki alternatif pasokan yang lebih stabil dan terjangkau.
Dana BPI Danantara
Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merinci skema besar di balik proyek tersebut.
Baca juga : Investasi Baru di Lampung Timur, Pabrik Sawit PT PSM Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Pembangunan pabrik di Lampung adalah bagian dari rencana nasional pendirian 30 unit pabrik pakan dengan total amunisi anggaran mencapai Rp20 triliun.
Sumber dananya berasal dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Amran menjelaskan, strategi pemerintah adalah membangun kemandirian per pulau.
Selain Lampung, tahap pertama pembangunan juga menyasar Jawa Timur dan Kalimantan.
“Per pulau ya, supaya mandiri pakan. Pabrik ini dibangun untuk menolong peternak kecil, bukan untuk menyaingi mereka,” tegas Amran.
Amran menjamin, intervensi pemerintah tidak setengah-setengah.
Pabrik ini nantinya tidak hanya memproduksi pakan, tetapi juga menyediakan ekosistem pendukung produksi ternak secara hulu ke hilir.
Fasilitas akan menyediakan Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam, serta obat-obatan hewan dengan harga pabrik.
“Intinya agar pakannya terjamin, DOC-nya terjamin, dan obat-obatannya terjangkau. Itu maksud pemerintah hadir,” pungkasnya.
Baca juga : Lampung Masih Bergantung APBN, IAP: Perlu Terobosan Investasi





Lappung Media Network