Lappung – Pelaku usaha di Bumi Ruwa Jurai yang tengah bergelut dengan persoalan teknis mulai dari desain kemasan yang kurang menjual hingga rumitnya prosedur ekspor kini mendapat angin segar.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung membuka pintu lebar-lebar melalui program akselerasi bertajuk “Indag Kamis Pelayanan”.
Tak tanggung-tanggung, program yang digulirkan sepanjang Februari 2026 ini menawarkan solusi one-stop service tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Setiap hari Kamis, tepatnya tanggal 5, 12, 19, dan 26 Februari, kantor Disperindag yang berlokasi di Jalan Cut Mutia akan disulap menjadi pusat konsultasi terbuka mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.
Langkah itu diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan krusial kepada masyarakat.
Hulu ke Hilir
Bukan sekadar formalitas, layanan yang disodorkan menyasar masalah riil di lapangan.
Di sektor industri, Disperindag menerjunkan tim ahli untuk melayani konsultasi pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM).
Fokusnya mencakup verifikasi teknis perizinan hingga pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN-IK), sebuah syarat yang kerap menjadi batu sandungan bagi pengusaha lokal untuk masuk ke rantai pasok nasional.
Layanan desain kemasan juga menjadi sorotan utama.
Fasilitas ini dihadirkan khusus untuk mendongkrak nilai estetik produk lokal agar mampu bersaing di rak ritel modern.
Bergeser ke sektor perdagangan, fasilitas yang ditawarkan tak kalah strategis.
Bagi pengusaha yang membidik pasar luar negeri, tersedia coaching clinic ekspor yang memberikan panduan taktis langkah demi langkah.
Selain itu, aspek penjaminan mutu melalui pengujian produk dan kalibrasi alat ukur juga dilayani untuk memastikan kepatuhan terhadap standar niaga.
Di sisi lain, fungsi perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas.
Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), masyarakat yang merasa dirugikan dalam transaksi dagang bisa mendapatkan fasilitas mediasi secara profesional dan netral.
Percepatan Ekonomi
Menanggapi bergulirnya program ini, Tenaga Percepatan Pembangunan (TPP) Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Mahendra Utama, menekankan bahwa Indag Kamis adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam ekosistem bisnis daerah.
Mahendra menilai, momentum ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh publik untuk menyelesaikan berbagai kendala administratif maupun teknis yang selama ini menghambat laju bisnis.
“Kami mengapresiasi dan mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk datang dan memanfaatkan momen Indag Kamis.
“Ini adalah komitmen kami untuk mendukung percepatan pembangunan sektor industri dan perdagangan di Lampung,” tegas Mahendra, Rabu, 4 Februari 2026.
Bagi masyarakat yang hendak mengakses layanan, disarankan untuk membawa dokumen pendukung yang relevan guna mempercepat proses konsultasi.
Kehadiran program ini pun diharapkan mampu menjadi katalis bagi kebangkitan daya saing produk Lampung di kancah lokal maupun global.





Lappung Media Network