Lappung – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Syukuran Khatam Alfiyah Ibnu Malik, Al-Imrity diadakan di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung tengah, didatangi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Sekjen PPP Arwani Thomafi, Kamis (21/10/2021) malam.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung tengah asuhan KH Imam Suhari pada Kamis (21/10/2021) malam didatangi dua figur yaitu Ketua Umum PBNU KH Saud Aqil Siradj dan Sekjen PPP Arwani Thomafi.
Disamping itu, beberapa figur NU datang seperti Rois Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomudin, Ketua Rois Syuriah PWNU Lampung KH Muhsin Abdullah, Ketua PWNU Lampung Prof. KH Ahmad Mukri.
Pada kesempatan itu, Sekjen PPP Arwani Thomafi menjelaskan peranan santri dalam pembangunan bangsa Indonesia mempunyai peranan riil di tengah warga.
“Pesantren memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat,” ujar Arwani saat menyampaikan sambutan peringatan maulid nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Kamis (21/10/2021).
Arwani merinci rintangan pesantren di depan makin kompleks. Dia menjelaskan di tahun 2024 kedepan sebagai peristiwa usainya gagasan pembangunan jangka menengah (RPJM) yang diawali tahun 2010-2024.
“Kita akan memasuki Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2025-2045,” sebutnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini memotivasi agar santri sanggup bersaing ingat rintangan di depan makin kompleks salah satunya berkaitan perubahan digital.
Tetapi Arwani yakini santri sudah terbukti untuk lakukan penyesuaian dengan beragam kondisi dan rintangan.
“Insya Allah santri akan semakin handal dan siap mengikuti perkembangan yang luar biasa,” kata Arwani yang sebelumnya mengutip bait Alfiyah Ibnu Malik.
Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat memulai khotbah keagamaan, menyapa Sekjen PPP Arwani Thomafi.
Menurutnya, Arwani sebagai figur NU. “Yang terhormat KH Arwani Thoyfur, beliau ini figur NU,” sebut Kiai Said Aqil memulai khotbahnya.
Dalam kesempatan itu Kiai Said membahas hal peranan pesantren di Indonesia. Menurut Kiai Said, disamping melakukan edukasi keilmuwan keagamaan, pesantren mengajari akhlaq yang bagus.
Menurutnya, adab jadi fondasi yang perlu supaya selamat di dunia dan akherat.
“Kita bantu keberadaan pesantren di semua Indonesia untuk mengajari adab yang bagus. Seperti Siti Aisyah mengajari yang bagus ke Musa walau di lingkungan yang tidak bagus,” urai Kiai Said.





Lappung Media Network