Lappung – Langkah strategis untuk mengakselerasi sektor pangan diambil Gubernur dengan melakukan rotasi 2 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Posisi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) kini berganti nahkoda.
Baca juga : Pemprov Lampung Hidupkan Lagi Proyek Kota Baru
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, atas nama Gubernur di Ruang Rapat Utama, kemarin.
Dalam rotasi ini, Elvira Umihanni, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Lampung, kini dipercaya memimpin Dinas KPTPH Provinsi Lampung.
Sementara itu, Bani Ispriyanto, yang sebelumnya memimpin Dinas KPTPH, dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Pergeseran ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/4096/VI.04/2025 yang ditetapkan pada 5 Agustus 2025.
Baca juga : DPR dan Pemprov Lampung Sepakat, Lahan SGC Harus Diukur Ulang
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan, Gubernur Lampung menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, sekaligus untuk mengakselerasi pencapaian program pembangunan daerah.
Gubernur menaruh harapan besar agar pejabat yang baru dilantik dapat segera bekerja dan memberikan kontribusi nyata.
“Saya berharap saudara-saudara yang dilantik hari ini dapat segera bekerja, dan menyumbangkan gagasan serta inovasi yang solutif,” ujar Gubernur dalam pesannya, dikutip pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Lumbung Pangan
Langkah menempatkan mantan Kepala Bappeda untuk memimpin dinas yang mengurusi pangan dan pertanian dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan Pemprov Lampung dalam memperkokoh statusnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Gubernur menekankan bahwa Lampung, dengan komoditas andalan seperti padi, jagung, singkong, dan kopi, harus mampu bertransformasi.
Baca juga : Tukar Posisi di Pemprov Lampung: Ganjar Jationo Kini Pimpin Diskominfo, Achmad Saefulloh Staf Ahli
Sektor pertanian tidak boleh hanya berhenti di produksi primer, tetapi harus terpadu hingga ke industri pengolahan untuk menciptakan nilai tambah.
“Inilah kunci untuk menciptakan kesejahteraan petani sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan,” ungkap Gubernur.
Pada akhirnya, visi besar di balik rotasi ini adalah pertumbuhan ekonomi yang dampaknya terasa langsung oleh masyarakat lapisan bawah.
Gubernur meyakini, fondasi untuk mencapai hal tersebut adalah sektor pertanian yang maju dan petani yang sejahtera.
“Pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan bukanlah sekadar angka statistik, tapi pertumbuhan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Dan itu hanya bisa dicapai bila fondasinya kuat dan fondasi kita adalah pertanian dan petani yang sejahtera,” pungkasnya.
Baca juga : Program Desaku Maju, Upaya Pemprov Lampung Tekan Pengangguran di Desa
