Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Eksplorasi Sejarah Taman Purbakala Pugung Raharjo: Memahami Fungsi dan Signifikansi Artefak » Halaman 2

    Eksplorasi Sejarah Taman Purbakala Pugung Raharjo: Memahami Fungsi dan Signifikansi Artefak

    Editor354 by Editor354
    16/03/2024
    in Gaya Hidup
    Taman Purbakala Pugung Raharjo

    Foto Punden Berundak di Taman Purbakala Pugung Raharjo. (Sumber Foto: Ist).

    Share on FacebookShare on Twitter

    2. Zaman Klasik (500 SM – 500 M)

    Pada masa ini, pengaruh Hindu-Buddha mulai masuk ke wilayah Lampung. Hal ini dibuktikan dengan penemuan:

    – Arca Bodhisatwa: patung Buddha yang menunjukkan pengaruh agama Buddha Mahayana.

    – Arca Dwarapala: patung penjaga pintu yang biasa ditemukan di candi-candi Hindu.

    – Prasasti: batu bertulis yang berisi informasi tentang sejarah dan budaya pada masa itu.

    3. Zaman Islam (500 M – sekarang)

    Bukti peninggalan Islam di Pugung Raharjo tidak sebanyak zaman sebelumnya. Namun, terdapat beberapa temuan seperti:

    – Makam kuno: menunjukkan adanya komunitas Muslim di sekitar situs Pugung Raharjo.

    – Keramik: menunjukkan adanya perdagangan dengan wilayah lain di Nusantara dan Asia Tenggara.

    Artefak yang ada di Museum Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki berbagai fungsi terkait dengan pemanfaatan satwa atau tumbuhan.

    Sebagai contoh, arca-arca digunakan untuk keperluan religi dalam peradaban Hindu-Buddha.

    Batu berlubang sering kali digunakan untuk menyimpan atau membuat sesuatu, sementara lumpang batu dapat digunakan untuk menyimpan biji-bijian atau obat-obatan.

    Kapak batu digunakan untuk menghancurkan biji-bijian, sementara sendok batu biasanya digunakan untuk menyajikan makanan atau minuman.

    Fosil kayu digunakan untuk pembelajaran tentang zaman megalitikum, sementara menhir memiliki fungsi religi.

    Punden berundak juga digunakan untuk menyimpan atau menyediakan sesuatu, dan batu mayat sering kali digunakan untuk keperluan yang sama.

    Benteng parit primitive digunakan untuk menjaga keselamatan, sedangkan dolmen biasanya digunakan untuk menyimpan sesuatu.

    Gelang perunggu sering kali digunakan sebagai perhiasan atau untuk tujuan praktis, dan keramik lokal maupun asing digunakan untuk keperluan makanan atau minuman.

    Page 2 of 3
    Prev123Next
    Tags: ArtefakBatu PipisanEksplorasi SejarahMahasiswa ITERAPunden BerundakTaman Purbakala Pugung Raharjo
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    BPN Kota Depok Umumkan Perubahan Jam Kerja di Bulan Ramadhan

    Next Post

    Marindo Kurniawan Lawan Penyebaran DBD di Pringsewu

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bupati Ela Sulap Lahan Kering

      Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Lumbung Sukun Terbesar di Luar Jawa yang Terabaikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tiga Jurus Jitu Dorong Sukun Lampung Jadi Primadona Industri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BPHTB dan Pertanahan: Integrasi Pelayanan Dipercepat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Memahami Arti Jumlah Luk pada Keris: Makna Filosofis di Balik Lekukan Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved