2. Zaman Klasik (500 SM – 500 M)
Pada masa ini, pengaruh Hindu-Buddha mulai masuk ke wilayah Lampung. Hal ini dibuktikan dengan penemuan:
– Arca Bodhisatwa: patung Buddha yang menunjukkan pengaruh agama Buddha Mahayana.
– Arca Dwarapala: patung penjaga pintu yang biasa ditemukan di candi-candi Hindu.
– Prasasti: batu bertulis yang berisi informasi tentang sejarah dan budaya pada masa itu.
3. Zaman Islam (500 M – sekarang)
Bukti peninggalan Islam di Pugung Raharjo tidak sebanyak zaman sebelumnya. Namun, terdapat beberapa temuan seperti:
– Makam kuno: menunjukkan adanya komunitas Muslim di sekitar situs Pugung Raharjo.
– Keramik: menunjukkan adanya perdagangan dengan wilayah lain di Nusantara dan Asia Tenggara.
Artefak yang ada di Museum Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki berbagai fungsi terkait dengan pemanfaatan satwa atau tumbuhan.
Sebagai contoh, arca-arca digunakan untuk keperluan religi dalam peradaban Hindu-Buddha.
Batu berlubang sering kali digunakan untuk menyimpan atau membuat sesuatu, sementara lumpang batu dapat digunakan untuk menyimpan biji-bijian atau obat-obatan.
Kapak batu digunakan untuk menghancurkan biji-bijian, sementara sendok batu biasanya digunakan untuk menyajikan makanan atau minuman.
Fosil kayu digunakan untuk pembelajaran tentang zaman megalitikum, sementara menhir memiliki fungsi religi.
Punden berundak juga digunakan untuk menyimpan atau menyediakan sesuatu, dan batu mayat sering kali digunakan untuk keperluan yang sama.
Benteng parit primitive digunakan untuk menjaga keselamatan, sedangkan dolmen biasanya digunakan untuk menyimpan sesuatu.
Gelang perunggu sering kali digunakan sebagai perhiasan atau untuk tujuan praktis, dan keramik lokal maupun asing digunakan untuk keperluan makanan atau minuman.
