Lappung – Inflasi Lampung Maret 2025 buat harga rumah turun dan makanan melambung.
Provinsi Lampung mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,58 persen pada Maret 2025.
Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia
Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 109,05.
Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam Berita Resmi Statistik No. 19/04/18/Th. XXV pada Selasa, 8 April 2025.
Data BPS menunjukkan adanya kontras yang menarik dalam pergerakan harga.
Di satu sisi, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi atau penurunan indeks yang signifikan.
Namun, di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami inflasi yang cukup tinggi.
Inflasi Tertinggi dan Terendah
Kabupaten Mesuji mencatat inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Lampung, yaitu sebesar 2,54 persen dengan IHK mencapai 113,13.
Baca juga : Ilmu Sains Dianggap Kaku, Anak Muda Pilih Menjauh dari MIPA
Sementara itu, Kota Metro mengalami inflasi y-on-y terendah, yaitu sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 107,25.
Berdasarkan data BPS, inflasi y-on-y di Lampung dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan angka 3,76 persen.
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi yang tinggi, yaitu sebesar 5,64 persen.
Sebaliknya, deflasi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat sebesar 5,84 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,68 persen.
Inflasi Lampung Maret 2025: Harga Rumah Turun Makanan Melambung
Bawang merah, emas perhiasan, dan biaya akademi/perguruan tinggi adalah beberapa komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y.
Baca juga : Selain Jabar dan Jatim, Lampung Juga Catat Banyak Lokasi PSK
Sementara itu, tarif listrik, beras, dan tomat menjadi komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y.
Secara month-to-month (m-to-m), tarif listrik, bawang merah, dan bawang putih menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Cabai merah dan vitamin menjadi komoditas yang menyumbang deflasi m-to-m.
Inflasi Antar Tahun
Tingkat inflasi y-on-y Provinsi Lampung pada Maret 2025 sebesar 1,58 persen, dengan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,57 persen.
Angka ini berbeda dengan inflasi y-on-y Maret 2024 yang tercatat sebesar 3,45 persen, dengan inflasi y-to-d sebesar 0,56 persen.
Data inflasi Maret 2025 di Provinsi Lampung menunjukkan dinamika yang kontras.
Meskipun inflasi secara umum terkendali, terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok pengeluaran dan wilayah.
Kenaikan harga pada kelompok makanan dan pendidikan perlu menjadi perhatian, sementara deflasi pada sektor perumahan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca juga : IKK Lampung Januari 2025 Capai Rekor Tertinggi
