Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Mudahnya ke Bandung! Penerbangan Langsung Lampung-Bandung Wings Air Kembali Hadir.
Mudahnya ke Bandung! Penerbangan Langsung Lampung-Bandung Wings Air Kembali Hadir
Oleh: Mahendra Utama*
Kabar gembira bagi warga Sang Bumi Ruwa Jurai. Mulai Agustus 2026, konektivitas udara antara Lampung dan Jawa Barat kembali menggeliat.
Maskapai Wings Air resmi membuka kembali rute penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Internasional Radin Inten II menuju Bandara Husein Sastranegara menggunakan armada handal mereka, pesawat baling-baling jenis ATR 72.
Selama beberapa tahun terakhir, warga Lampung yang ingin menuju Kota Kembang harus menempuh perjalanan estafet yang melelahkan.
Pilihan yang ada sebelumnya adalah terbang ke Bandara Soekarno-Hatta terlebih dahulu, kemudian menyambung perjalanan darat menggunakan bus travel atau layanan shuttle.
Kehadiran kembali rute penerbangan langsung ini menjadi angin segar yang memotong birokrasi waktu perjalanan secara signifikan.
Efisiensi Waktu dan Teori Aksesibilitas
Jika ditinjau dari konsep geografi transportasi, khususnya Teori Aksesibilitas (Hansen, 1959), kemudahan interaksi antarwilayah sangat ditentukan oleh reduksi waktu tempuh dan kemudahan moda.
Kehadiran rute langsung Wings Air ini memangkas waktu perjalanan yang biasanya memakan waktu 5 hingga 7 jam jika ditotal dengan transit darat di Jakarta, menjadi hanya sekitar 75 menit saja di udara.
“Kembalinya konektivitas udara langsung dari Radin Inten II ke Husein Sastranegara merupakan langkah strategis untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata, pendidikan, dan bisnis kreatif di kedua provinsi. Kami optimis keterisian penumpang akan tinggi karena dinamika mobilitas masyarakat Lampung yang menuju Bandung secara historis sangat kuat,” ujar perwakilan manajemen maskapai dalam rilis resminya.
Analisis Karakteristik Rute Udara ATR 72
Sebagai moda premium, penerbangan langsung ini menawarkan kelebihan utama berupa kecepatan, kenyamanan maksimal, bebas dari risiko kemacetan jalan raya, serta menjaga stamina penumpang agar tidak terkuras di perjalanan.
Opsi ini menjadi pilihan utama bagi pelaku bisnis, dosen, mahasiswa, hingga wisatawan dengan waktu libur yang terbatas.
Namun, pengguna moda ini harus memperhatikan karakteristik regulasi penerbangan pesawat turboprop ATR 72.
Kapasitas bagasi kabin dan bagasi tercatat untuk jenis pesawat ini lebih terbatas dibandingkan pesawat berbadan lebar.
Penumpang umumnya harus menyesuaikan berat bawaan sesuai ketentuan maskapai untuk menjaga aspek keselamatan penerbangan (aviation safety), serta bersiap menghadapi tarif tiket yang fluktuatif mengikuti dinamika harga bahan bakar pesawat. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.
