Mereka adalah Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Dari 3 nama di atas, baru Anies saja yang sudah menunjuk bakal cawapresnya. Pada 2 September 2023, pasangan Anies-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dideklarasikan.
Sementara, 2 bakal capres lain seperti Ganjar dan Prabowo masih belum menentukan siapa cawapresnya masing-masing.
“Apalagi bongkar pasang bukan hanya terjadi untuk posisi capres dan cawapres, melainkan juga masih besar kemungkinannya untuk koalisi-koalisi parpol yang sudah terbentuk,” tulis Litbang Kompas.
Para analis politik telah mulai memperdebatkan penyebab peningkatan jumlah pemilih yang belum memutuskan pilihan mereka dalam jangka waktu yang relatif singkat ini.
Angka pemilih bimbang makin banyak 5 bulan jelang pemilu
Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi pada peningkatan undecided voters ini:
Tingkat Kepuasan Pemerintah:
Evaluasi terhadap kinerja pemerintah dan isu-isu yang mungkin mempengaruhi keputusan pemilih, seperti ekonomi dan kesehatan, mungkin masih mempengaruhi ketidakpastian pemilih.
Kualitas Calon:
Pemilih mungkin belum melihat adanya calon presiden yang cukup kuat atau sesuai dengan visi mereka, yang membuat mereka meragukan pilihan mereka.
Kampanye Politik:
Kampanye politik yang belum dimulai secara resmi oleh calon presiden dan partai politik juga dapat berdampak pada ketidakpastian pemilih.
Perubahan Dinamika Politik:
Perubahan dalam dinamika partai politik dan aliansi politik juga bisa mempengaruhi pemilih yang belum memutuskan pilihannya.
Hasil survei ini akan menjadi sorotan bagi partai politik dan calon presiden yang berencana untuk berkompetisi dalam pemilihan presiden 2024.
Mereka akan berupaya keras untuk meyakinkan pemilih yang belum memutuskan pilihan mereka dengan pesan politik yang kuat dan strategi kampanye yang efektif.
Dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi, peran undecided voters dapat menjadi penentu dalam hasil akhir pemilu mendatang.
Adapun survei Litbang Kompas ini dilakukan secara tatap muka pada 27 Juli-7 Agustus 2023, dan dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas.
Litbang Kompas mewawancarai 1.364 responden di 38 provinsi di Indonesia, dengan margin of error lebih kurang 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga : Cegah Ribut, Pendaftaran Capres Dipercepat
