Kenaikan elektabilitas Anies Rasyid Baswedan yang baru-baru ini diumumkan oleh Lembaga survei Indo Riset telah menarik perhatian banyak pengamat politik.
Namun, salah satu aspek yang mungkin tidak boleh diabaikan adalah dampak kehadiran Muhaimin Iskandar (Cak Imin/Gus Imin).
Baca juga : Cak Imin Menang Dana Desa Rp5 Miliar
Cak Imin bersama mesin politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut serta terhadap popularitas Anies di kalangan Nahdliyin di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Ambang Priyonggo, seorang pengamat komunikasi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, mengemukakan pandangannya.
Pandangan itu tentang bagaimana kehadiran Muhaimin Iskandar dan PKB dapat memengaruhi dinamika politik di wilayah-wilayah tersebut.
Menurut Priyonggo, PKB memiliki pengaruh yang kuat di kalangan Nahdliyin, yang merupakan kelompok pemilih penting di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Pendobrak sekat-sekat ideologis yang selama ini tersematkan kepada Anies di kalangan Nahdliyin di Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa dibilang adalah kehadiran Muhaimin Iskandar bersama PKB,” ujar Priyonggo, Selasa, 26 September 2023.
“PKB telah membangun jaringan yang kuat dengan komunitas Nahdliyin selama bertahun-tahun.
“Dengan bergabungnya Muhaimin Iskandar, yang memiliki latar belakang NU (Nahdlatul Ulama), PKB bisa menjadi jembatan antara Anies dan pemilih Nahdliyin di wilayah-wilayah tersebut,” tambahnya.
Selain itu, dia menuturkan, ceruk pendukung Anies yang sebelumnya lebih ke kanan, kini lebih terdorong ke tengah.
Sehingga lebih banyak bagian suara yang berpotensi diambil Anies.
“Warga nahdliyin bisa bergabung dengan PDIP yang nasionalis dan banyak non-Muslimnya.
“Apalagi kini, PKB dan PKS bersama-sama dalam arus kelompok Islam nasionalis moderat yang semakin meruntuhkan sekat-sekat ideologis tersebut.
“Bisa dibilang kini, ceruk pendukung Anies yang sebelumnya lebih ke kanan, kini lebih terdorong ke tengah, sehingga lebih banyak bagian suara yang berpotensi diambil Anies,” ungkapnya.
Survei Indo Riset: Elektabilitas Anies-Cak Imin Naik
Namun, Priyonggo juga menekankan bahwa perjalanan politik selalu dinamis dan dapat berubah.
“Meskipun kehadiran Muhaimin Iskandar bisa menjadi pendobrak sekat-sekat ideologis bagi Anies, hal ini masih akan bergantung pada berbagai faktor.
“Termasuk kampanye politik yang efektif dan dukungan lanjutan dari berbagai kelompok pemilih,” tambahnya.
Dengan semakin dekatnya Pemilihan Presiden 2024, peran PKB dan Muhaimin Iskandar bersama Anies Baswedan akan menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian dalam perjalanan politik Indonesia yang dinamis ini.
Baca juga : Pemilih Bimbang Makin Banyak
