Oleh: Mahendra Utama, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh Jember
Lappung – Di tengah derasnya arus tren superfood impor seperti chia seed dari Meksiko, quinoa dari Peru, dan goji berry dari Tiongkok, Indonesia sebenarnya memiliki harta karun nutrisi yang justru telah menembus pasar internasional dengan standar tertinggi.
Baca juga : Rolas Medika Gunakan Produk Sehat Hygreen dari Mitratani untuk Pasien dan Konsumen
2 di antaranya adalah edamame dan okra, hasil bumi unggulan dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang kini menjadi primadona di pasar Jepang.
Edamame dan Okra: Superfood Lokal yang Diakui Dunia
PT Mitratani Dua Tujuh, perusahaan eksportir asal Jember, setiap tahunnya mengirimkan ribuan ton edamame dan okra ke Negeri Sakura.
Produk ini tidak sekadar menjadi komoditas ekspor, melainkan telah masuk ke dalam kategori functional food pangan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyehatkan tubuh secara aktif.
“Masyarakat Jepang sangat menghargai makanan yang memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan. Itulah mengapa edamame dan okra asal Jember mendapat tempat istimewa,” ujar Mahendra Utama.
Khasiat Luar Biasa dari Kebun Indonesia
Edamame bukan hanya sekadar camilan di restoran sushi.
Dengan kandungan protein nabati sebesar 18 gram per 100 gram dan sembilan asam amino esensial, edamame efektif mencegah stunting dan menjadi sumber energi sehat bagi anak-anak dan orang dewasa.
Sementara itu, okra atau yang dikenal sebagai lady finger, mengandung mucilage, lendir alami yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, pengontrol kadar gula darah, dan penurun kolesterol.
Baca juga : Nasim Khan Terima Kunjungan Mitratani Dua Tujuh, Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani
Bukti Ilmiah: Edamame dan Okra dalam Sorotan Penelitian Global
Untuk Edamame:
- Pelindung Jantung: Penelitian dari Journal of Nutrition (2023) menyebutkan konsumsi edamame menurunkan LDL hingga 15,8 persen berkat kandungan isoflavon dan seratnya.
- Antikanker: Genistein, senyawa aktif dalam edamame, terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan prostat (National Cancer Institute Jepang, 2022).
- Pendukung Kesehatan Perempuan: Kandungan fitoestrogennya meredakan gejala menopause dan membantu mencegah osteoporosis.
Untuk Okra:
- Kontrol Gula Darah: Studi Indian Journal of Medical Research (2021) menunjukkan mucilage pada okra mampu menurunkan HbA1c hingga 1,2 persen pada penderita diabetes tipe 2.
- Detoksifikasi Alami: Seratnya membantu membersihkan usus dan berfungsi sebagai prebiotik alami.
- Perkuat Imunitas: Kandungan vitamin C dalam 100 gram okra mencukupi 30 persen kebutuhan harian, lebih tinggi dari jeruk.
Ironi di Negeri Sendiri
Meski laris manis di Jepang dengan harga premium hingga ¥500 per 100 gram, edamame dan okra seringkali dipandang sebelah mata di dalam negeri.
Baca juga : Gandeng BUMDes Probolinggo, Mitratani Dua Tujuh Pastikan Hasil Panen Tak Sia-sia
Di pasar tradisional, keduanya belum dianggap sebagai pangan unggulan.
“Padahal, dengan teknologi freeze drying dan cold chain yang kami terapkan, kualitas gizi edamame dan okra dari Jember tak kalah, bahkan seringkali lebih baik dari produk luar negeri,” ujar Mahendra.
Seruan untuk Bangga dan Berdaya dengan Superfood Lokal
Mahendra Utama mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai melirik kembali kekayaan pangan lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan mandiri secara pangan.
Ia menyampaikan 3 ajakan penting:
1. Ubah Pola Konsumsi: Gantikan camilan ultra-proses dengan edamame rebus atau okra kukus.
2. Dukung Petani Lokal: Membeli produk edamame dan okra dalam negeri adalah bentuk nyata investasi untuk kesejahteraan petani di Jember dan wilayah Tapal Kuda.
3. Pendidikan Nutrisi Sejak Dini: Edamame sebagai sumber protein dan okra sebagai serat alami dapat menjadi fondasi pembentukan generasi emas Indonesia.
Menuju Kedaulatan Gizi Nasional
PT Mitratani Dua Tujuh memang bangga mengekspor hasil bumi ke Jepang, namun kebanggaan yang lebih besar akan muncul bila masyarakat Indonesia sendiri mulai memuliakan edamame dan okra sebagai bagian dari identitas gizi nasional.
“Seperti Jepang yang menjadikan matcha dan wagyu sebagai simbol nasional, saatnya kita menjadikan edamame dan okra sebagai warisan nutrisi Indonesia,” tutup Mahendra Utama.
Sumber Data:
- Journal of Nutrition (2023)
- Japan National Cancer Institute (2022)
- Indian Journal of Medical Research (2021)
- PT Mitratani Dua Tujuh Data Center
Tentang Penulis:
Mahendra Utama adalah Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, perusahaan berbasis di Jember yang menjadi pionir ekspor edamame dan okra Indonesia ke pasar global.
Baca juga : Sinergi Mitratani Dua Tujuh dan Polindra, Cetak Ahli Refrigeration untuk Indonesia Emas 2045
