Dalam menjaga daya beli masyarakat, BI Lampung berkolaborasi dengan pemerintah pusat.
Tak lain untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 6,25 persen per Agustus 2024.
Hal ini diharapkan dapat menstabilkan peredaran uang dan mengendalikan daya beli yang berlebihan.
4 Komoditas Jadi Fokus Pengendalian Inflasi di Lampung Hingga 2024
Selain fokus pada stabilisasi harga, BI Lampung juga berencana memperkuat kredit untuk sektor pertanian.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan di tingkat daerah.
Dalam hal ini, pengembangan Toko Pengendalian Inflasi di beberapa kabupaten dan kota di Lampung juga dilakukan guna memastikan pasokan komoditas tetap terjaga.
“Kami juga mendorong optimalisasi peran BUMD di Lampung dalam memastikan ketersediaan empat komoditas tersebut di pasaran,” kata Achmad.
Baca juga : Inflasi Lampung Agustus 2024: Beras dan Rokok Jadi Pendorong Utama
BI memperkirakan, dengan langkah-langkah strategis ini, tingkat inflasi gabungan di 4 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung pada tahun 2024 dapat dijaga pada kisaran 2,5 persen, plus-minus 1 persen.
Ini sejalan dengan target inflasi pangan yang lebih terkontrol, terutama dari komoditas beras, cabai, bawang merah, dan daging ayam.
Capaian GNPIP Lampung pada 2023 terbilang positif.
Sepanjang tahun ini, telah dilakukan operasi pasar sebanyak 90 kali, gerakan tanam bawang merah sebanyak 1,9 juta bibit, serta perluasan digital farming di dua klaster binaan.
BI Lampung juga menjalin 15 nota kesepahaman (MoU) kerja sama antardaerah guna memperkuat pasokan pangan.
Selain itu, penguatan sarana prasarana dalam pengendalian inflasi juga menjadi fokus, seperti pemberian tiga sumur bor, 44 tenda untuk pasar, dan 2 traktor untuk petani.
Subsidi ongkos angkut turut diberikan untuk menjaga stabilitas harga beras dan cabai.
Target Program GNPIP 2024
Pada 2024, GNPIP Lampung menargetkan 3 kegiatan replikasi praktik baik, 3 program hilirisasi pertanian, serta 2 program penguatan kapasitas budidaya pangan mandiri.
Selain itu, akan ada kerja sama antardaerah dengan tiga provinsi lain dan penyelenggaraan pasar murah di 600 lokasi.
“Dengan sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha, kami optimis target pengendalian inflasi ini dapat tercapai.
“Sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan harga pangan terkendali,” tutup Achmad.
Baca juga : Konsumsi dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Lampung





Lappung Media Network