Lappung – Konsumsi dan investasi jadi mesin pertumbuhan ekonomi Lampung.
Provinsi Lampung kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Itera Launching Aplikasi Bang Salam. Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomis
Pada triwulan II tahun 2024, ekonomi Lampung tumbuh signifikan sebesar 4,80 persen (yoy), melampaui capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 3,30 persen (yoy).
Pertumbuhan yang menggembirakan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat dan geliat investasi di berbagai sektor.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Lampung.
Meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) turut mendorong naiknya konsumsi masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Lampung semakin membaik.
Selain konsumsi, investasi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Ekonomi Sulit Lansia Lampung Masih Kerja
Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 3,33 persen (yoy), mengindikasikan adanya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Lampung.
Pembangunan pusat perbelanjaan dan fasilitas pendidikan di beberapa perguruan tinggi menjadi salah satu bukti nyata dari meningkatnya investasi.
Konsumsi dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Beberapa sektor ekonomi di Lampung menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Sektor transportasi dan pergudangan, misalnya, tumbuh pesat didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat selama HBKN dan libur sekolah.
Sementara itu, sektor konstruksi juga tumbuh signifikan, didukung oleh proyek-proyek pembangunan infrastruktur.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung.
Baca juga : Mendag Lepas Ekspor Olahan Kelapa Lampung Senilai Rp25 Miliar
Masuknya periode panen raya pada triwulan II 2024 menjadi salah satu faktor pendorong.
Meskipun melambat, sektor industri pengolahan tetap menunjukkan kinerja yang kuat, terutama didorong oleh industri makanan dan minuman.
Bank Indonesia (BI) optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung akan terus berlanjut.
Namun, BI juga mengingatkan akan pentingnya mewaspadai risiko dari sektor eksternal.
Untuk memperkuat pemulihan ekonomi, BI menyarankan beberapa langkah.
Antara lain meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, serta mendorong hilirisasi produk komoditas unggulan.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Lampung diyakini akan semakin berkembang dan menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik di Indonesia.
Baca juga : Wajib Pajak Senyum Sumringah, Lapor Pajak Kini Lebih Mudah





Lappung Media Network