Lappung – Sepanjang tahun 2023, 54 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Lampung Selatan.
Sejak awal tahun ini, Kabupaten Lampung Selatan telah mengalami serangkaian insiden kebakaran yang telah merenggut berbagai aset berharga.
Baca juga : Buat Resah Warga, Damkarmat Lampung Selatan Evakuasi Ular Sanca 4 Meter
Data yang dihimpun oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, mengungkapkan bahwa sepanjang 2023, telah terjadi 54 kasus kebakaran yang menyebar di 15 kecamatan.
Kasus kebakaran ini terdiri dari faktor alam dan non alam serta human eror, mulai dari kebakaran rumah, lahan, hingga kendaraan.
Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Ruli Fikransyah, mewakili Kepala Dinas Damkarmat, M Sefri Masdian, mengkonfirmasi soal ini.
Ruli menjelaskan, tingginya jumlah kebakaran yang terjadi sepanjang tahun ini membutuhkan perhatian serius.
“Faktor-faktor seperti cuaca ekstrem, kelalaian dalam penggunaan peralatan listrik, dan kurangnya kesadaran akan keselamatan telah menjadi penyebab utama dari insiden-insiden ini,” ujarnya, Senin, 21 Agustus 2023.
Baca juga : Damkarmat Lampung Selatan Selamatkan Jari Bocah
Damkarmat Lampung Selatan, lanjutnya telah merespons setiap insiden kebakaran dengan cepat dan efisien.
Meskipun begitu, upaya pencegahan tetap menjadi kunci dalam mengurangi jumlah kebakaran yang terjadi.
Ruli juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Selatan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat listrik.
Hingga memeriksa instalasi listrik secara berkala, dan memiliki peralatan pemadam kebakaran ringan di rumah.
“Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah kebakaran dan melindungi nyawa serta harta benda,” ungkapnya.
Baca juga : Polres Lampung Selatan Bersiap Naik Status Tipe C
“Jika, terjadi kebakaran silahkan hubungi call center kami di nomor 0727 333 0053 dan 0822 7951 3682,” tambah dia.
Imbauan Damkarmat Lampung Selatan
Selain itu, Damkarmat juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Tindakan membuka lahan dengan cara membakar merupakan salah satu penyebab umum terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ruli menyampaikan, menggantikan metode membakar lahan bisa dengan metode pembukaan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Seperti penggunaan alat mekanis atau teknik pertanian berkelanjutan,” kata dia.
Hal itu, lanjutnya, dapat membantu melindungi lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang merugikan.
“Kesadaran dan tindakan masyarakat dalam hal ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan wilayah,” tandasnya.
Data Kebakaran
54 kasus kebakaran yang terjadi di Lampung Selatan, kerugian yang diakibatkan meliputi:





Lappung Media Network