Lappung – 2-4 ribu langkah sehari dipercaya bisa panjang umur.
Jalan kaki, kegiatan sederhana yang sering diabaikan oleh banyak orang, ternyata memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh.
Baca juga : Anak Stres Karena Sering Dimarahi Orang Tua. Kenali Dampak dan Cirinya
Aktivitas ini tidak hanya mudah dilakukan, tetapi juga merupakan investasi berharga untuk kesejahteraan kita.
Dilansir dari Insider, pada Senin, 9 Oktober 2023, dr Suzanne Steinbaum, seorang pakar kardiologi terkemuka dari Lenox Hill Hospital di New York, menjelaskan soal ini.
Sebelumnya dia menyebut, bahwa keyakinan lama tentang berjalan 10 ribu langkah sehari untuk menjaga kesehatan tidak selalu benar.
Menurutnya, manfaat kesehatan yang sama bisa diperoleh dengan jumlah langkah yang jauh lebih sedikit.
Pernyataan ini muncul setelah hasil studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Cardiology and Cardiovascular Medicine mengungkapkan temuan yang mengejutkan.
Studi tersebut menunjukkan bahwa berjalan hanya 2.300-4.000 langkah sehari sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kematian dini secara signifikan.
Baca juga : Cegah Asam Urat di Usia Muda: Kenali Penyebabnya, Jangan Anggap Sepele
Dr Steinbaum, yang telah lama berdedikasi untuk memahami hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan jantung, menjelaskan pentingnya penemuan ini.
Hal itu dalam rangka mewujudkan gaya hidup sehat yang lebih mudah diakses oleh banyak orang.
“Kita telah lama meyakini bahwa berjalan 10 ribu langkah sehari adalah kunci untuk kesehatan yang baik.
“Namun, studi terbaru membuktikan bahwa angka itu mungkin terlalu ambisius bagi sebagian orang.
“Kami menemukan bahwa dengan berjalan 2.300-4.000 langkah sehari, risiko penyakit jantung dan kematian dini bisa turun secara signifikan,” jelasnya.
Ia juga mengaku telah melakukan hasil studi yang melibatkan ribuan peserta, yang dipantau selama beberapa tahun.
Hasilnya, bahwa individu yang secara teratur berjalan dalam rentang jumlah langkah tersebut memiliki tingkat kolesterol yang lebih sehat.
Kemudian, tekanan darah yang lebih rendah, dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.




Lappung Media Network