Lappung – Haji dan umrah adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh umat Islam, untuk mengunjungi kota suci Makkah.
Untuk menjalankan kedua ibadah ini, umat Islam harus mempersiapkan diri baik secara finansial maupun batin.
Baca juga : Arinal Djunaidi: Program Keagamaan Dukung Rakyat Lampung Berjaya
2 ibadah yang selalu diimpikan umat Islam ini, memiliki perbedaan dalam menjalankan ibadahnya.
Tetapi tetap saja saat menjalankan ibadah ini harus dengan ikhlas dan sepenuh hati, agar mendapatkan imbalan dari Allah SWT.
Menurut para ulama, haji adalah kegiatan yang dilakukan umat Islam menuju Kabah.
Untuk melakukan perbuatan dan melakukan amal ibadah dengan syarat-syarat yang wajib dijalankan.
Sedangkan umrah berasal dari kata U’timar, yang artinya ziarah atau bisa juga diartikan sebagai kegiatan ziarah di Kabah.
Untuk ibadah haji melakukan thawaf di sekeliling Kabah. Kemudian umat Islam ber-sai antara shafa dan marwa, lalu mencukur rambut tanpa wukuf di Arafah.
Berbeda dengan umrah yang bisa dilakukan sewaktu-waktu
Kalau menjalankan ibadah haji harus mengantri selama bertahun-tahun, dan hanya dilakukan di bulan Syawal hingga Dzulhijjah.
Baca juga : Hari Santri Nasional. Arinal Luncurkan Pusat Studi Al Quran
Kedua ibadah wajib ini juga memiliki perbedaan yang lainnya. Berikut perbedaan haji dan umroh yang perlu diketahui.
Perbedaan esensial antara Ibadah Haji dan Umrah
Hukum dan Kewajiban:
Haji, merupakan rukun Islam yang kelima, wajib dilakukan oleh umat Islam yang memenuhi syarat-syarat tertentu.
Kelalaian dalam menjalankan haji dianggap sebagai dosa.
Umrah, bersifat sunnah muakkad, tidak wajib dilakukan. Meskipun sangat dianjurkan, tidak menjalankan umrah tidak mengakibatkan dosa.
Rukun Ibadah:
Haji: Melibatkan 5 rukun, termasuk ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sai, dan pemotongan rambut.
Baca juga : LTM PCNU Bandarlampung: Masjid Bukan untuk Berpolitik
Umrah: Memiliki rukun seperti niat ihram, tawaf, sai, dan pemotongan rambut.
Tidak melibatkan wuquf di Padang Arafah.
Waktu Pelaksanaan:
Haji: Dilakukan pada bulan Syawal hingga Dzulhijjah, dengan antrian yang panjang dan memakan waktu bertahun-tahun.
Umrah: Bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu, memberikan fleksibilitas bagi umat Islam.
Kewajiban dan Denda:
Haji: Melibatkan 5 kewajiban, seperti niat ihram, menginap di Muzdalifah dan Mina, serta tawaf wada sebagai penutup.
Kelalaian dalam melaksanakan kewajiban dapat berakibat denda.
Umrah: Kewajiban umrah lebih sedikit, melibatkan niat dari miqat dan menjauhi larangan ihram.
Jumlah kewajiban yang lebih ringan membuat ibadah umroh selesai lebih cepat.
Kesimpulan:
Haji dan umrah, meskipun memiliki tujuan yang sama, yaitu mengunjungi Kabah di Makkah, memiliki perbedaan yang mencolok dalam hukum, rukun, waktu pelaksanaan, dan kewajiban.
Penting bagi umat Islam untuk memahami perbedaan ini agar dapat menjalankan keduanya dengan kesadaran dan kepatuhan, sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Baca juga : 12 Penyebab Rezeki Kurang Lancar. Segera Tinggalkan!




Lappung Media Network