Lappung – Jalan Tol Trans Sumatera dipasang 3704 smart lamp.
Sebagai tonggak utama dalam pengembangan infrastruktur Indonesia, jalan tol kembali menjadi fokus inovasi teknologi.
Baca juga : Mahasiswa ITERA Gagas Ambulans Drone. Percepat Evakuasi Lakalantas di Jalan Tol
PT Hutama Karya (Persero) telah memasang 3.704 smart lamp di beberapa ruas tol.
Termasuk Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Medan-Binjai, dan Tol Sigli-Banda Aceh.
Penerangan Jalan Umum (JPU) yang dilakukan oleh Hutama Karya ini membawa sejumlah keunggulan, termasuk fitur pengaturan otomatis dan pemantauan jarak jauh.
Keberlanjutan teknologi ini juga terbukti lebih hemat energi berkat penggunaan lampu LED yang efisien.
Menurut Tjahjo Purnomo, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, smart lamp ini memberikan kontribusi besar terhadap efisiensi operasional tol.
“Pengguna jalan tol dapat memantau langsung kondisi lalu lintas sebelum berkendara melalui Smart CCTV secara real-time yang tersedia di aplikasi HK Toll Apps,” kata Tjahjo, Rabu, 22 November 2023.
Baca juga : Tol Trans Sumatera Hidupkan UMKM Lampung-Sumsel
Sementara smart lamp masih jarang digunakan di Asia Tenggara, Hutama Karya melihat potensi besar dalam adopsi teknologi ini.
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang telah membuktikan efisiensinya dalam mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
Hal itu dalam rangka menghasilkan penghematan biaya operasional yang substansial.
Tol Sumatera Dipasang 3704 Smart Lamp
Selain pemasangan smart lamp, Hutama Karya juga terus berinovasi dalam berbagai aspek teknologi.
Pengembangan Water Treatment Plant (WTP) menjadi salah satu fokus, diimplementasikan di rest area KM 306, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).
Alat ini mengolah air dari berbagai sumber menjadi air yang aman dan sesuai standar.
Baca juga : 6 Titik Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Karhutla
Rencananya, WTP akan diterapkan di ruas-ruas lain di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Tjahjo menekankan bahwa teknologi ini menjadi solusi bagi masalah air di beberapa ruas JTTS, yang seringkali melintasi hutan atau sawah dengan kualitas air yang perlu ditingkatkan.
Dengan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan dan terus dikembangkan, Hutama Karya menyatakan kesiapannya menghadapi revolusi industri 4.0 di sektor jalan tol.
“Kami percaya bahwa kesiapan dalam menghadapi Industri 4.0 adalah kunci untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor transportasi dan infrastruktur,” tandas Tjahjo Purnomo.
Hutama Karya juga mengingatkan seluruh pengguna jalan tol untuk mematuhi aturan dan tata tertib.
Serta berkomunikasi melalui Call Centre masing-masing ruas tol dalam situasi darurat atau melihat tindakan yang mencurigakan di jalan tol.
Baca juga : Jalan Tol Trans Sumatera Makin Panjang





Lappung Media Network