Lappung – Monitoring hewan kurban di Provinsi Lampung berlangsung ketat.
Satgas Pangan Polda Lampung, melalui Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung dan Kota Bandarlampung, melakukan pengawasan ketat terhadap ketersediaan dan kesehatan hewan kurban.
Baca juga : Disbunak Lampung Utara Temukan Cacing Pita di Sapi Kurban
Pengawasan itu dilakukan di beberapa tempat penjualan ternak di Kota Bandarlampung pada Rabu, 12 Juni 2024.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung, Kompol Ach Denny Wahyudi, menjelaskan bahwa sidak atau pengecekan ini merupakan bagian dari monitoring rutin.
Tak lain untuk memastikan ketersediaan serta kelayakan hewan kurban.
“Kami hanya memastikan bahwa hewan kurban di Lampung tersedia, aman, serta layak untuk dikonsumsi,” ungkap Kompol Ach Denny Wahyudi.
Pengawasan ini tidak hanya terbatas di Kota Bandarlampung saja, tetapi juga dilakukan di daerah-daerah lainnya di Provinsi Lampung.
Baca juga : Dewan Dakwah Lampung Salurkan Hewan Kurban ke Pedalaman
“Anggota kepolisian di wilayah juga turun langsung bersama dengan stakeholder terkait di seluruh kabupaten.
“Untuk melakukan pengecekan dan memastikan kelayakan hewan kurban,” tambah Kompol Ach Denny.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Supriyadi, menjelaskan bahwa saat ini ada sebanyak 1.148 personel yang terlibat dalam pemeriksaan hewan kurban.
Personel ini terdiri dari 179 dokter hewan, 549 petugas teknis peternakan, 269 paramedik veteriner, dan 151 relawan terlatih.
Relawan tersebut berasal dari berbagai unsur pemerintah, organisasi seperti PDHI, Paravetindo, dan ISPI, serta akademisi.
Baca juga : Hewan Kurban Masjid At Taqwa Banjar Negeri Meningkat
“Kami akan terus melakukan pemantauan hingga H-3, termasuk pemantauan pemotongan hewan kurban yang dilakukan di berbagai lokasi seperti masjid dan tempat pemotongan lainnya,” ujar Lili Supriyadi.
Monitoring Hewan Kurban di Lampung Berlangsung Ketat
Tim akan mengawasi proses pemotongan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat, untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan standar kesehatan dan kelayakan.
Lili juga menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik hewan kurban.
Hingga memastikan hewan-hewan tersebut dalam kondisi sehat, tidak kurus, dan cukup umur untuk dikurbankan.
Dengan adanya pengawasan ketat ini, diharapkan masyarakat Lampung dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang dan aman.
Tanpa ada rasa khawatir tentang kualitas dan kesehatan hewan yang dikurbankan.
Baca juga : Peringkat 1 Dunia Pengunggah Video Penyiksaan Hewan. Netizen Ragukan Laporan SMACC





Lappung Media Network