Lappung – Antisipasi cuaca ekstrem ASDP batasi tiket penumpang di Bakauheni.
Cuaca ekstrem yang melanda perairan Lampung memaksa PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni mengambil langkah antisipasi guna menghindari penumpukan kendaraan dan penumpang.
Baca juga : Cuaca Buruk Hantui Lintasan Merak-Bakauheni, Pengguna Diminta Ikuti Arahan Petugas
Langkah tersebut mencakup pembatasan penjualan tiket penyeberangan, yang telah diberlakukan sejak beberapa hari terakhir.
Langkah ini diambil menyusul peringatan resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengenai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4 meter.
BMKG memprediksi kondisi cuaca buruk ini akan berlangsung hingga 7 Desember 2024, atau bahkan lebih lama jika situasi tidak membaik.
“Kami bersama PT ASDP telah memberlakukan pembatasan tiket sejak kemarin.
“Langkah ini bertujuan untuk mengatur arus kendaraan dan penumpang di pelabuhan.
“Sehingga tidak terjadi penumpukan akibat keterlambatan pemberangkatan karena cuaca buruk,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, Kamis, 5 Desember 2024.
Baca juga : KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 358 Kulit Satwa Langka
Menurut Kombes Umi, keputusan pembatasan tiket ini juga bertujuan menjaga keselamatan pengguna jasa pelabuhan.
Dengan adanya pembatasan ini, kendaraan yang tidak sempat diberangkatkan karena cuaca buruk dapat dikelola lebih baik di area pelabuhan.
Selain itu, pihak kepolisian bersama ASDP terus mengawasi situasi di Pelabuhan Bakauheni untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mematuhi aturan yang berlaku,” tambahnya.
Antisipasi Cuaca Ekstrem ASDP Batasi Tiket Penumpang di Bakauheni
Baca juga : Bakauheni Harbour City: Katalisator Baru Ekonomi Lampung
BMKG Maritim Lampung menyatakan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Lampung.
Kondisi ini tidak hanya membahayakan pelayaran, tetapi juga memperlambat operasional kapal di pelabuhan.
PT ASDP Indonesia Ferry juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan reservasi tiket secara online guna meminimalkan antrean di pelabuhan.
Selain itu, calon penumpang disarankan untuk mempersiapkan rencana perjalanan alternatif jika situasi cuaca tidak memungkinkan.
Cuaca ekstrem ini menjadi ujian bagi seluruh pihak, termasuk operator pelayaran, pihak kepolisian, dan masyarakat pengguna jasa.
Dengan koordinasi yang baik, diharapkan potensi risiko dapat diminimalkan, dan perjalanan tetap berlangsung dengan aman.
Baca juga : Pelabuhan Bakauheni-Merak Bebas Calo





Lappung Media Network