Lappung – Banjir di Bandarlampung mulai dari rumah jalan dan jembatan terkepung air.
Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung selama lebih dari 3 jam sejak pukul 15.00 hingga 19.30 WIB, menyebabkan banjir parah di sejumlah wilayah.
Baca juga : Fraksi PKS Dorong Penanganan Banjir Jadi Prioritas APBD Bandarlampung 2025
Debit air yang meningkat drastis tak hanya merendam rumah dan jalan, tetapi juga menghancurkan infrastruktur.
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir melanda 7 kecamatan, yakni Panjang, Rajabasa, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Sukarame, Kedaton, dan Telukbetung Selatan.
Ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa titik seperti Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, banjir mencapai dada orang dewasa.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Di RT 05, Lingkungan 2, Kelurahan Tanjung Gading, sekitar 25 rumah terendam air dengan ketinggian setinggi dada,” ungkap Rina, seorang warga setempat, Jumat, 17 Januari 2025.
Jembatan Sumur Putri Ambruk
Baca juga : Pemprov Lampung Keruk Sedimen Sungai Way Sukamaju, Tekan Risiko Banjir
Tragedi ini semakin parah dengan ambruknya jembatan di Sumur Putri akibat derasnya arus sungai.
Menurut Suheri, warga sekitar, jembatan tersebut tak mampu menahan tekanan air yang begitu kuat.
“Arusnya benar-benar deras, jembatan itu hanyut begitu saja,” ujarnya.
Kejadian ini membuat akses transportasi warga terganggu.
Kemacetan di Jalan
Rekaman video yang beredar di media sosial dan WhatsApp grup menunjukkan air juga menggenangi jalan-jalan protokol, menyebabkan kemacetan panjang.
Banyak kendaraan roda dua dan roda empat terjebak banjir, memperburuk situasi di tengah kota.
Curah Hujan Tembus 97,4 mm
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung melaporkan bahwa curah hujan di Kota Bandarlampung saat ini telah mencapai angka 97,4 mm.
Baca juga : HIPMI: Banjir Bandarlampung Loss Rp197 Miliar
Angka ini menunjukkan intensitas hujan yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
Banjir di Bandarlampung: Rumah Jalan dan Jembatan Terkepung Air
BMKG memperingatkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan berlangsung dalam dua jam ke depan.
Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi warga di wilayah rawan banjir dan longsor.
Peningkatan curah hujan ini menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk banjir di berbagai wilayah kota.
Warga diimbau untuk tetap berhati-hati, menghindari daerah berisiko, dan memantau informasi cuaca terkini.
Baca juga : 13 Desa di Mesuji Rawan Banjir




Lappung Media Network