Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Jalan Rusak dan Jalan Baru Kepemimpinan Lampung: Saatnya Bangkit Bersama

    Jalan Rusak dan Jalan Baru Kepemimpinan Lampung: Saatnya Bangkit Bersama

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    25/06/2025
    in Gaya Hidup
    Jalan Rusak dan Jalan Baru Kepemimpinan Lampung: Saatnya Bangkit Bersama

    Mahendra Utama. Foto: Dokumentasi Pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Jalan rusak dan jalan baru kepemimpinan Lampung saatnya bangkit bersama.

    Provinsi Lampung dikenal sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.

    Baca juga : Efisiensi Anggaran, Lampung Andalkan Pergub Atasi Kerusakan Jalan Akibat ODOL

    Wilayah ini memiliki posisi strategis dalam arus logistik nasional karena menjadi jalur vital penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera.

    Namun, ironi terjadi saat infrastruktur jalan sebagai nadi utama mobilitas dan distribusi masih menyisakan persoalan akut, khususnya pada jalan provinsi dan kabupaten/kota.

    Menurut data Statistik Jalan Nasional 2023 dari Kementerian PUPR dan BPS Lampung, hanya 66,4 persen jalan kabupaten/kota yang dinyatakan dalam kondisi baik.

    Sisanya, sekitar 33,6 persen masih rusak, mulai dari tingkat sedang hingga berat, terutama di wilayah pinggiran dan sentra produksi pertanian.

    Kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun tanpa penyelesaian sistemik.

    Ketika Jalan Rusak Menjadi Simbol Stagnasi

    Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan teknis. Ia telah menjelma menjadi simbol stagnasi dan frustrasi masyarakat.

    Di beberapa daerah, warga hanya bisa berharap jalan diperbaiki setelah mendapat sorotan publik atau viral di media sosial.

    Baca juga : Lampung Darurat! Jalan Rusak, Nyawa Melayang, Negara Kemana?

    Fenomena ini terlihat jelas pada tahun 2023, ketika Bima Yudho Saputro, seorang pemuda asal Lampung, mengunggah video kritik tajam terhadap kondisi jalan di kampung halamannya melalui TikTok.

    Video tersebut langsung viral dan memicu reaksi berantai hingga Presiden Joko Widodo turun tangan meninjau langsung jalan rusak di Lampung Tengah.

    Publik menyebutnya sebagai “Bima Effect” ekspresi keputusasaan kolektif masyarakat terhadap sistem pengaduan dan respons birokrasi yang dianggap lamban dan formalistik.

    Kepemimpinan Muda Membawa Harapan Baru

    Di tengah keprihatinan tersebut, muncul gelombang harapan baru, kebangkitan pemimpin muda di Lampung yang kini mulai menduduki posisi strategis.

    Mereka membawa semangat baru lebih terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap aspirasi rakyat.

    Baca juga : Frustrasi 10 Tahun, Warga Lampung Selatan Tebar Lele di Jalan Rusak Sebagai Bentuk Protes

    Beberapa sosok muda yang menjadi wajah perubahan di Lampung antara lain:

    • Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung yang berlatar belakang pengusaha muda.
    • Jihan Nurlaela, Wakil Gubernur Lampung, representasi perempuan muda dalam kepemimpinan daerah.
    • Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Provinsi Lampung, yang mendorong sinergi antar-instansi.
    • Marindo Kurniawan, Sekdaprov, dengan pendekatan teknokratis yang modern.

    Bupati-bupati muda seperti:

    • Radityo Egi Pratama (Lampung Selatan)
    • Ardito Wijaya (Lampung Tengah)
    • Ela Siti Nuryamah (Lampung Timur)
    • Ayu Asalasiyah (Waykanan)
    • Riyanto Pamungkas (Pringsewu)

    Mereka tidak hanya menjadi pengisi jabatan, tetapi representasi energi baru untuk membawa perubahan nyata di akar persoalan, termasuk infrastruktur jalan.

    Solusi Sistemik, Bukan Reaktif

    Menyelesaikan masalah jalan rusak tidak cukup dengan instruksi sesaat atau reaksi pasca viral.

    Dibutuhkan strategi terintegrasi dan kolaboratif antar level pemerintahan. Berikut beberapa solusi yang disarankan:

    1. Audit Jalan Terbuka dan Dashboard Publik; Pemerintah Provinsi dapat menciptakan sistem pelaporan jalan berbasis open data yang menampilkan status proyek, jadwal, dan sumber dana (APBD/APBN/CSR). Model seperti ini telah berhasil diimplementasikan di Jawa Barat melalui SAPA Warga.
    2. Aplikasi Lapor Jalan Rusak Berbasis Komunitas; Masyarakat Lampung yang aktif di media sosial dapat dilibatkan melalui aplikasi lokal berbasis GPS dan foto. Hal ini menciptakan partisipasi real-time dan mempercepat respon dari pemerintah.
    3. Skema CSR Kolaboratif; Banyak jalan rusak akibat aktivitas kendaraan berat perusahaan tambang, perkebunan, dan logistik. Perusahaan tersebut perlu dilibatkan secara aktif dalam pembiayaan dan pemeliharaan jalan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
    4. Forum Kolaborasi Infrastruktur; Para kepala daerah di Lampung perlu membentuk forum lintas kabupaten/kota di bawah koordinasi gubernur untuk menyinergikan pembangunan infrastruktur, menghindari tumpang tindih, dan mempercepat pelaksanaan.

    Dari Jalan Rusak ke Jalan Perubahan

    Perbaikan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga pembuktian bahwa pemerintah hadir dan peduli.

    Jalan yang mulus mencerminkan birokrasi yang berjalan, dan kepercayaan masyarakat tumbuh dari kejelasan, bukan janji.

    Pemimpin muda Lampung hari ini memiliki modal besar: energi segar, koneksi digital, dan semangat kolaboratif.

    Namun tantangan mereka lebih besar: membangun kepercayaan, mendengar tanpa harus menunggu viral, dan bekerja tanpa menunggu musim kampanye.

    Seruan untuk Kepemimpinan Muda

    Saatnya para pemimpin muda Lampung membuktikan bahwa mereka bukan sekadar generasi penerus, tetapi generasi perubah.

    Warga tak menuntut keajaiban mereka hanya ingin jalan yang bisa dilalui tanpa rasa cemas, dan pemimpin yang hadir tanpa harus dipanggil lewat trending topic.

    Mari benahi jalan rusak, dan sekaligus benahi jalan pemerintahan kita. Lampung tidak kekurangan potensi yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk bergerak bersama.

    Artikel ini ditulis oleh: Mahendra Utama

    Pemerhati Pembangunan dan Pelaku Agroindustri Asal Lampung

    Baca juga : 8 Proyek Jalan dan Jembatan Digarap di Tanggamus

    Tags: Bima EffectCSR JalanGenerasi Muda BergerakInfrastruktur LampungJalan RusakJalan Rusak LampungKepemimpinan MudaLampungMahendra UtamaPembangunan LampungPemprov LampungRahmat Mirzani Djausal
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Peluang di Sektor Pangan, Gubernur Lampung Arahkan HIPMI ke 3 Komoditas Utama

    Next Post

    Mutasi Polri, Posisi Dirreskrimum dan Kapolres Lampung Selatan Dirombak

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bupati Ela Sulap Lahan Kering

      Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PSEL Lampung Raya: Solusi Sampah dan Penguatan Energi Listrik untuk 15.000 Rumah Tangga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Infrastruktur Lampung 2026, Rp1,25 Triliun untuk 62 Ruas Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kemiskinan Lampung Turun ke 9,31 Persen, IPM Naik Signifikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,58 Persen, Tertinggi Sepuluh Tahun

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved