Lappung – PLTP Ulubelu jadi tulang punggung energi hijau Lampung.
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), mengambil langkah strategis dalam transisi energi nasional dengan memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Gunung Tiga di Lampung.
Baca juga : Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner
Proyek berkapasitas 55 Megawatt (MW) ini ditargetkan memulai pengeboran sumur eksplorasi pertamanya pada Agustus 2025, dan diproyeksikan menjadi tulang punggung baru penyediaan energi hijau di Provinsi Lampung.
Pembangunan proyek energi bersih ini diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 26 Juni 2025.
Peresmian ini dilakukan serentak dengan peluncuran proyek energi terbarukan di 15 provinsi lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa energi adalah bagian krusial dari kedaulatan sebuah bangsa, dan peresmian ini menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia untuk mandiri.
Baca juga : Jalan Rusak dan Jalan Baru Kepemimpinan Lampung: Saatnya Bangkit Bersama
“Sumber-sumber energi yang terbarukan ada di kita, tinggal kita mengelola dengan baik.
“Hari ini bukti kemampuan bangsa Indonesia untuk menuju swasembada energi yang sangat menentukan bagi masa depan kita,” ujar Prabowo.
“Kita resmikan PLTP sebagai bukti bahwa Indonesia menuju kemandirian. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” imbuhnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan komitmen penuh perusahaan dalam memimpin agenda transisi energi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Pertamina akan terus menjadi andalan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.
“Sesuai yang diamanahkan Pemerintah, Pertamina menjadi tulang punggung pembangunan energi berkelanjutan mendukung ketahanan energi nasional,” terang Simon di lokasi acara.
Kehadiran PLTP Ulubelu di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Waypanas ini akan menambah portofolio energi bersih Pertamina secara signifikan.
Saat ini, Pertamina merupakan pengelola panas bumi terbesar di Indonesia dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.877,5 MW dan produksi listrik tahunan sebesar 4.827,22 gigawatt hour (GWh).
PLTP Ulubelu Jadi Tulang Punggung Energi Hijau Lampung
Sementara, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, merinci bahwa proyek strategis ini didukung oleh investasi yang tidak sedikit.
Pertamina telah mengalokasikan dana sebesar USD 36,62 Juta (sekitar Rp 600 Miliar) khusus untuk kegiatan eksplorasi.
Baca juga : Ekspor Edamame Indonesia di Tengah Gejolak Global, Peluang dan Strategi
“Proses pekerjaan infrastruktur telah dimulai pada April 2025 dan pengeboran eksplorasi sumur pertama akan dilakukan pada Agustus 2025,” jelas Fadjar.
Lebih lanjut, Fadjar menekankan dampak positif proyek ini bagi masyarakat sekitar.
“Proyek ini akan menyerap 249 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari tenaga kerja lokal,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, Pertamina optimistis pembangunan PLTP Ulubelu dapat selesai sesuai target.
Hal ini tidak hanya akan memperkuat pasokan listrik di Lampung dan sekitarnya tetapi juga mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
Peresmian proyek ini turut dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah untuk percepatan transisi energi di tanah air.
Baca juga : PLTSa Pertama di Sumatera Selatan Akan Dibangun di Lampung





Lappung Media Network