Lappung – Banjir bandang menerjang 3 kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa, 29 Juli 2025 dini hari.
Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan Sungai Way Semaka meluap, merendam puluhan rumah, merusak lahan pertanian, dan menghanyutkan ternak milik warga.
Baca juga : Jasad Tanpa Kepala di Pantai Limau Tanggamus, Keluarga Jakarta Yakin Itu Anaknya
3 kecamatan yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Semaka, Bandar Negeri Semuong (BNS), dan Wonosobo.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah titik dilaporkan masih cukup tinggi.
Penyebab utama bencana ini adalah curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah hulu dalam waktu singkat.
Laporan menyebutkan curah hujan mencapai lebih dari 100 mm, membuat debit air Sungai Way Semaka dan beberapa sungai kecil lainnya naik drastis hingga tak mampu lagi ditampung.
“Air datang sangat cepat setelah hujan deras semalaman.
“Di lingkungan kami, banyak rumah yang terendam,” lapor Suardi, seorang warga BNS, saat dihubungi, Selasa, 29 Juli 2025.
Baca juga : Usai Tewaskan Lansia 80 Tahun, Buaya 4,5 Meter di Sungai Semaka Tanggamus Ditangkap
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Wonosobo. Puluhan rumah dilaporkan terendam banjir, salah satunya adalah kediaman Ketua DPW Lembaga Pemerhati Kesejahteraan dan Bantuan Hukum (LPKBDI) Provinsi Lampung, Muhammad Nasir.
Dampak paling signifikan dirasakan oleh warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Selain kehilangan harta benda, mereka juga kehilangan sumber mata pencaharian.
“Sawah dan kebun habis terendam, banyak sekali ternak seperti kambing dan ayam yang ikut hanyut terseret arus deras,” ungkap warga lainnya.
Selain kerugian materiel, warga kini dihadapkan pada ancaman lain.
Asnal Hakim, warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya hewan predator.
Baca juga : 8 Proyek Jalan dan Jembatan Digarap di Tanggamus
“Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di dekat bantaran Sungai Way Semaka, untuk selalu waspada.
“Tidak menutup kemungkinan predator seperti buaya bisa masuk ke area pemukiman warga akibat luapan air ini,” tegas Asnal.
Saat ini, warga di 3 kecamatan terdampak sangat berharap uluran tangan dan perhatian dari pemerintah daerah.
Mereka membutuhkan bantuan darurat seperti makanan, air bersih, serta penanganan cepat untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar.
“Kami berharap pemerintah terkait bisa segera turun langsung ke lokasi untuk melihat dampak bencana ini dan membantu meringankan beban kami,” tutup Asnal.
Baca juga : CT Scan Jadi Bancakan, PPTK RSUD Tanggamus Ditahan Atas Dugaan Korupsi




Lappung Media Network