Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Bukan Sekadar Wisata: Karakter Mobilitas Udara Lampung-Jakarta

    Bukan Sekadar Wisata: Karakter Mobilitas Udara Lampung-Jakarta

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    02/08/2025
    in Gaya Hidup
    Bukan Sekadar Wisata: Karakter Mobilitas Udara Lampung-Jakarta

    Gambar Sketsa Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Rute penerbangan Lampung-Jakarta yang menjadi salah satu koridor udara tersibuk di selatan Sumatera ternyata tidak didominasi oleh para pelancong.

    Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas penumpang melakukan perjalanan untuk keperluan pekerjaan, dinas, dan urusan keluarga, menyoroti peran vital rute ini sebagai penopang utama mobilitas ekonomi dan sosial antara Lampung dan ibu kota.

    Baca juga : Semangat Baru: Mahendra Utama Titip Harapan pada Bhayangkara Presisi Lampung FC

    Dengan frekuensi rata-rata 66 penerbangan langsung setiap minggu dari Bandara Radin Inten II (TKG) ke Soekarno-Hatta (CGK), atau setara 9 penerbangan per hari, jalur ini telah menjadi urat nadi konektivitas yang krusial.

    Namun, karakter penumpangnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan rute menuju destinasi liburan populer seperti Bali atau Yogyakarta.

    Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan penumpang dari dan menuju Provinsi Lampung lebih banyak didorong oleh motif non-wisata.

    “Perjalanan udara dari Lampung lebih banyak untuk keperluan kerja, dinas, pendidikan, dan urusan keluarga, bukan liburan,” ungkap Mahendra Utama, pemerhati pembangunan yang menganalisis data tersebut, Sabtu, 2 Agustus 2025.

    Baca juga : Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri, Karya: Mahendra Utama

    Data dari Kementerian Perhubungan juga selaras dengan temuan ini.

    Pertumbuhan trafik penumpang di rute Lampung-Jakarta berjalan beriringan dengan meningkatnya jumlah warga Lampung yang bekerja atau menetap di kawasan Jabodetabek.

    Mereka terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, profesional muda, hingga para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

    Selain itu, rute ini menjadi andalan bagi pejabat daerah dan anggota DPRD Lampung yang memiliki agenda rutin dengan kementerian dan lembaga di Jakarta.

    Efisiensi Waktu 

    Faktor geografis menjadi salah satu pendorong utama mengapa jalur udara menjadi pilihan favorit.

    Meskipun jarak darat antara Bandarlampung dan Jakarta hanya sekitar 240 kilometer, perjalanan melalui tol Trans-Sumatera dan penyeberangan feri masih membutuhkan waktu tempuh total 6 hingga 7 jam.

    “Bagi mereka yang mengutamakan efisiensi waktu, penerbangan menjadi pilihan logis meski dengan biaya yang relatif lebih tinggi,” jelas Mahendra.

    Baca juga : Lampung Bakal Ubah 1,16 Ton Sampah Harian Jadi Listrik

    Sementara itu, sektor pariwisata Lampung, yang memiliki potensi besar seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, hingga pesona Gunung Anak Krakatau, belum menjadi penggerak utama lalu lintas udara.

    Menurut data Dinas Pariwisata Provinsi Lampung tahun 2023, hanya sekitar 5 hingga 8 persen penumpang di Bandara Radin Inten II yang dapat dikategorikan sebagai wisatawan.

    Keterbatasan infrastruktur penunjang, promosi yang belum masif, dan konektivitas antardestinasi di dalam provinsi menjadi tantangan yang perlu diatasi.

    Melihat karakter mobilitas yang unik ini, pengembangan Bandara Radin Inten II sebagai gerbang utama Provinsi Lampung menjadi agenda mendesak.

    “Sangat penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong peningkatan kualitas bandara.

    “Ini bukan hanya soal melayani wisatawan, tetapi melayani motor penggerak ekonomi daerah,” tegas Mahendra.

    Beberapa kebutuhan mendesak yang disorot adalah perluasan terminal, modernisasi fasilitas, peningkatan kenyamanan penumpang, serta implementasi layanan berbasis digital untuk efisiensi.

    Lebih jauh, Mahendra menyarankan agar pemerintah mulai merintis pembukaan rute-rute baru yang strategis, seperti ke Batam, Medan, Yogyakarta, atau bahkan rute internasional seperti Singapura.

    Langkah ini diyakini akan membuat konektivitas Lampung semakin terbuka dan kompetitif di kancah regional.

    “Pada akhirnya, rute Lampung–Jakarta adalah jembatan kehidupan antara pusat dan daerah.

    “Menjaga efisiensi dan keselamatannya, serta menghadirkan bandara yang nyaman dan berkelas, sama artinya dengan memperkuat denyut nadi pembangunan Lampung itu sendiri,” tutupnya.

    Baca juga : PGEO Mulai Gali Potensi Raksasa Panas Bumi di Jantung Lampung

    Tags: Bandara Radin Inten IIBandara Soekarno-HattaBerita LampungEkonomi LampungKonektivitas LampungMahendra UtamaMobilitas UdaraPariwisata LampungPembangunan LampungPenerbangan Lampung-JakartaRute Lampung-JakartaSusenas 2023Transportasi Udara
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mantan Kepala Daerah Lampung Bersatu, Tamanuri Jadi Nahkoda

    Next Post

    Lumbung Udang Nasional Ini Sukses Jadi Wilayah Paling Tajir se-Lampung

    Related Posts

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

      Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved