Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tancap gas membenahi infrastruktur jembatan di berbagai wilayah.
Sebanyak 21 paket proyek perbaikan dan pembangunan dikebut pengerjaannya untuk memastikan konektivitas antar wilayah tetap lancar, yang menjadi kunci utama kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik.
Baca juga : Usai Viral, Pemerintah Keroyokan Benahi Jembatan Taruhan Nyawa di Tanggamus
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, mengonfirmasi bahwa progres pengerjaan terus berjalan signifikan.
Dari total paket yang ada, 6 unit jembatan bahkan telah menyelesaikan tahap serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO).
“Pembangunan jembatan masih terus berjalan dan kami berupaya mempercepat penyelesaiannya.
“Ini adalah prioritas untuk memberikan manfaat nyata dan segera bagi masyarakat,” ujar Taufiqullah, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan urat nadi konektivitas di Bumi Ruwa Jurai tidak terhambat, sekaligus mendongkrak roda perekonomian daerah melalui akses yang lebih baik dan aman.
Selain itu, upaya Pemprov Lampung tidak hanya sebatas menambal jembatan yang rusak.
Proyek strategis seperti pembangunan Jembatan Way Sekampung Kibang menjadi bukti nyata.
Jembatan baru yang menghubungkan Kota Metro dengan Kabupaten Lampung Timur ini dibangun persis di sisi jembatan lama.
“Tujuannya jelas, untuk memecah beban lalu lintas. Dengan adanya jembatan baru, kapasitas dan keamanan jalur di sana meningkat signifikan,” jelas Taufiqullah.
Di titik lain, tim lapangan juga fokus pada perbaikan beragam kerusakan, mulai dari lantai jembatan yang pecah hingga pembongkaran struktur atas yang dinilai sudah tidak layak.
Semua tindakan ini bertujuan mengembalikan fungsi jembatan ke kondisi optimal dan aman untuk dilintasi.
Baca juga : Jembatan Rusak di Tanggamus Paksa Siswa Bertaruh Nyawa, Pemerintah Janji Turun Tangan
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah usia infrastruktur.
Data Dinas BMBK menunjukkan, lebih dari 50 persen jembatan di Lampung telah berusia di atas 50 tahun.
Kondisi ini menuntut program peremajaan yang terencana dan berkelanjutan.
Saat ini, terdapat 301 unit jembatan yang masuk kategori nilai kerusakan (NK) 3 dari skala 5.
Sementara 2 jembatan yang sebelumnya masuk kategori rusak berat (NK 5) telah tuntas ditangani.
Masalah lain yang menjadi perhatian serius adalah fenomena bottleneck atau penyempitan jalan.
Banyak jembatan memiliki lebar hanya 3 hingga 4,5 meter, padahal badan jalan di sekitarnya sudah dilebarkan hingga 6 meter.
“Kondisi ini sangat membahayakan, terutama bagi pengemudi dari luar daerah yang tidak hafal medan. Kalau tidak waspada, bisa menjadi ‘perangkap’,” tegas Taufiqullah.
Untuk mengatasi ini, program pelebaran jembatan secara bertahap terus dilakukan.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemprov Lampung juga aktif menjajaki kerja sama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat realisasi perbaikan infrastruktur vital ini.
Baca juga : 8 Proyek Jalan dan Jembatan Digarap di Tanggamus





Lappung Media Network