Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Perang Dagang AS vs Tiongkok 2025: Peluang bagi Komoditas Lampung? 

    Perang Dagang AS vs Tiongkok 2025: Peluang bagi Komoditas Lampung? 

    Irjen by Irjen
    12/10/2025
    in Ekonomi
    Perang Dagang AS vs Tiongkok 2025: Peluang bagi Komoditas Lampung? 

    Eksponen 98, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mencapai puncaknya pada Sabtu, 11 Oktober 2025, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor tambahan sebesar 100 persen untuk seluruh barang dari Tiongkok.

    Baca juga : Strategi Sinergi Ekspor Agroindustri Lampung, Sumsel, dan Banten: Analisis Data Terkini dan Roadmap Implementasi 

    Kebijakan yang akan berlaku efektif mulai 1 November 2025 ini membuat total tarif menjadi 130 persen, sebuah langkah balasan atas pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth) oleh Tiongkok yang vital bagi industri teknologi AS.

    Meski kebijakan tersebut memicu ketidakpastian ekonomi global, Eksponen 98, Mahendra Utama, melihatnya sebagai peluang strategis bagi komoditas unggulan Provinsi Lampung untuk merebut pasar baru dan memperkuat posisinya.

    “Di tengah gejolak ini, Lampung justru memiliki momentum untuk tumbuh lebih kuat,” ujar Mahendra Utama, Mijggu, 12 Oktober 2025.

    “Kuncinya adalah strategi yang tepat, fokus pada hilirisasi, dan agresivitas membuka pasar baru,” kata dia lagi.

    Posisi Tawar Lampung yang Kuat

    Menurut Mahendra, Lampung tidak memulai dari posisi lemah.

    Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung per Februari 2025 menunjukkan neraca perdagangan yang surplus sebesar US$234,31 juta, dengan total nilai ekspor mencapai US$517,93 juta.

    Yang lebih menarik, Amerika Serikat ternyata adalah tujuan ekspor terbesar Lampung, menyerap produk senilai US$67,41 juta atau 13,01 persen dari total ekspor.

    Angka ini bahkan melampaui Tiongkok yang berada di posisi kedua.

    “Data ini menunjukkan bahwa pasar AS sudah sangat mengenal produk kita. Ini adalah modal besar,” tegas Mahendra.

    Pandangan ini juga didukung oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, yang menilai komoditas pertanian sebagai kebutuhan pokok cenderung lebih tahan banting terhadap guncangan tarif.

    Peluang kini terbuka lebar bagi Lampung untuk melakukan diversifikasi pasar ke Eropa, Asia, dan Afrika, sekaligus mengisi celah yang ditinggalkan produk Tiongkok di pasar AS.

    Rekomendasi Strategis untuk Gubernur

    Mahendra Utama mengapresiasi langkah antisipatif yang telah diambil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, seperti sinergi dengan Jawa Timur untuk memperkuat hilirisasi.

    Namun, ia menekankan perlunya percepatan beberapa strategi kunci untuk memaksimalkan peluang.

    Baca juga : Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah Jadi Primadona, Ekspor Pertanian Lampung Melesat 239 Persen

    Pertama, percepat pemetaan dan diversifikasi komoditas. 

    “Kita harus agresif memetakan komoditas mana yang paling berdaya saing untuk pasar AS dan non-AS.

    “Jangan hanya bergantung pada dua raksasa ekonomi ini,” sarannya.

    Ia mendorong intensifikasi penetrasi pasar ke Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

    Kedua, dorong efisiensi dan nilai tambah. 

    Untuk menjaga daya saing harga, efisiensi biaya produksi menjadi sebuah keharusan.

    Mahendra menegaskan komitmen Gubernur untuk hilirisasi harus menjadi prioritas utama.

    “Stop ekspor bahan mentah. Ubah jagung, kopi, cokelat, dan lada menjadi produk olahan bernilai tinggi.

    “Bangun industrinya di Lampung agar nilai tambahnya dinikmati daerah,” jelasnya.

    Ketiga, perkuat sinergi pusat-daerah. 

    Pemerintah Provinsi didorong untuk proaktif dalam upaya nasional menyederhanakan perizinan dan memperbaiki iklim investasi.

    “Biaya logistik kita masih kalah saing dari Vietnam dan Malaysia. Perbaikan infrastruktur logistik daerah menjadi faktor penentu yang krusial,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda

    Tags: #Komoditas#PerangDagangEksporHilirisasiLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Genjot Konektivitas, Pemprov Lampung Kejar Tayang Proyek 21 Jembatan

    Next Post

    Baru Diluncurkan, Nusantara Lampung FC Langsung Pasang Misi Tembus Liga 1

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara): Mimpi Besar Prabowo untuk Indonesia Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved