Lappung – Eksportir sebagai pilar ekonomi Lampung dan peran strategis kepemimpinan muda.
Provinsi Lampung terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor ekspor.
Baca juga : Ekspor Edamame Indonesia di Tengah Gejolak Global, Peluang dan Strategi
Tak hanya dikenal sebagai gerbang Sumatera, Lampung kini menjelma menjadi salah satu pusat ekspor strategis nasional.
Di balik capaian tersebut, kepemimpinan generasi muda memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan pertanian.
Sejumlah perusahaan besar seperti PT Great Giant Pineapple (GGP), PT Tunas Baru Lampung Tbk, PT Centralpertiwi Bahari, dan PT Bukit Asam (unit Tarahan) menjadi tulang punggung geliat ekspor Lampung.
Produk unggulan seperti nanas, kopi robusta, sawit, dan perikanan mengalir ke pasar global, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Baca juga : Poros Lampung-Kepri-Jateng-Malut, Gempur Pasar Ekspor
“Lebih dari 30.000 tenaga kerja lokal diserap oleh para eksportir.
“Ini bukan sekadar angka ekspor, tapi dampaknya langsung terasa ke ekonomi warga,” ujar Mahendra Utama, pelaku agroindustri dan pemerhati pembangunan Lampung, Sabtu, 21 Juni 2025. .
Menurut Mahendra, PT GGP bahkan menyerap lebih dari 25.000 tenaga kerja secara langsung dan memberdayakan ribuan petani plasma.
Tak hanya menjadi eksportir nanas terbesar di Indonesia, perusahaan ini juga menjalankan program kemitraan dan pengembangan desa sekitar, menciptakan ekosistem ekonomi yang menyentuh banyak sektor, mulai dari UMKM, jasa logistik, hingga pelatihan pertanian.
Keberhasilan tersebut, lanjut Mahendra, tak lepas dari arah kepemimpinan daerah yang berpihak pada industri dan masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dinilai sebagai sosok muda yang membawa semangat baru dalam birokrasi.
“Pak Rahmat adalah figur yang lahir dari dunia usaha, khususnya HIPMI Lampung.
“Beliau paham bagaimana menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong daya saing produk lokal,” jelasnya.
Rahmat Mirzani Djausal, sejak awal masa jabatannya, menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah.
Baca juga : Wow! Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah Lampung Meroket 552,21 Persen di Awal 2025
Program kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur ekspor, serta pelibatan pelaku usaha dalam perumusan kebijakan menjadi wajah baru birokrasi Lampung.
Kepemimpinan progresif ini diperkuat oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, yang juga berasal dari kalangan pengusaha muda.
Kolaborasi keduanya diyakini mampu menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif dan berpihak pada sektor strategis daerah.
“Duet pemimpin muda ini memberi harapan baru bagi generasi produktif Lampung.
“Mereka tidak hanya membawa visi, tapi juga langkah konkret untuk mengangkat Lampung menjadi provinsi eksportir modern,” tambah Mahendra.
Dengan pelabuhan Panjang sebagai pusat distribusi, dukungan infrastruktur logistik, serta orientasi pembangunan yang inklusif, Lampung disebut berada di jalur yang tepat untuk menjadi kekuatan ekspor nasional berbasis kesejahteraan.
Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda
Ke depan, Mahendra menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program, memperkuat kemitraan dengan petani, serta memastikan dunia usaha lokal mendapat ruang tumbuh yang adil.
“Setiap kontainer yang berangkat dari pelabuhan Lampung membawa lebih dari sekadar komoditas. Ia membawa harapan rakyat akan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Baca juga : Percepat Ekspor, Fasilitas Fumigasi di Pelabuhan Panjang Resmi Beroperasi





Lappung Media Network