Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

    Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    12/09/2025
    in Ekonomi
    Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Potensi ekonomi dari komoditas kelapa di Lampung yang mencapai miliaran rupiah dinilai masih menguap sia-sia akibat minimnya hilirisasi.

    Selama ini, sebagian besar hasil perkebunan kelapa di Bumi Ruwa Jurai hanya dijual dalam bentuk bahan mentah seperti buah segar dan kopra, sehingga kehilangan nilai tambah yang signifikan.

    Baca juga : Menyambut Langkah Agresif Jawa Timur: Saatnya Lampung Bangkit Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menegaskan bahwa sudah saatnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota mengambil langkah strategis untuk mendorong kelapa naik kelas dari komoditas tradisional menjadi produk industri bernilai tinggi.

    “Lampung ini salah satu penghasil kelapa terbesar di Sumatera, tapi sayangnya kita masih terjebak menjual bahan mentah.

    “Padahal di balik sabut, air, dan tempurungnya ada peluang industri besar yang bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Mahendra Utama, Jumat, 12 September 2025.

    Menurutnya, permintaan pasar global untuk produk turunan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO), gula kelapa, hingga serat sabut terus meningkat.

    Negara-negara seperti Filipina dan Thailand telah berhasil menjadikan produk olahan kelapa sebagai salah satu mesin devisa utama mereka.

    “Kita lihat Filipina dan Thailand, mereka sudah jauh di depan. Air kelapa dari Thailand mendunia, serat kelapa Filipina dipakai industri otomotif.

    “Lampung punya potensi yang sama, tapi kita belum bergerak serius,” tegasnya.

    Data Kementerian Pertanian menunjukkan, luas areal perkebunan kelapa di Lampung mencapai ratusan ribu hektare dengan produksi yang melimpah setiap tahunnya.

    Namun, modal besar ini belum diimbangi dengan tumbuhnya industri pengolahan yang modern.

    Baca juga : Dongkrak Produktivitas, Petani Sawit Mesuji Diguyur Bantuan Rp60 Juta per Hektare

    Mahendra memaparkan, jika Lampung hanya fokus menjual kopra, maka keuntungan terbesar justru dinikmati oleh industri di luar daerah atau luar negeri yang mengolahnya menjadi produk jadi.

    Untuk itu, ia mendorong beberapa langkah konkret yang harus segera diambil pemerintah daerah, antara lain:

    Membangun Kawasan Industri Kelapa: Menciptakan zona khusus yang didukung infrastruktur untuk memudahkan investor mendirikan pabrik pengolahan.

    Memberi Insentif Investor: Menawarkan kemudahan perizinan dan insentif fiskal bagi perusahaan yang mau berinvestasi di sektor hilirisasi kelapa.

    Memperkuat Koperasi Petani: Mendorong petani untuk tidak hanya menjual buah, tetapi juga terlibat dalam proses pengolahan awal untuk meningkatkan posisi tawar.

    Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi: Menggandeng akademisi untuk melakukan riset dan inovasi produk turunan kelapa yang sesuai dengan permintaan pasar.

    “Ini bukan lagi wacana, tapi kebutuhan mendesak. Pemprov dan bupati harus punya keberanian politik dan konsistensi kebijakan.

    “Lampung sudah punya tanah yang subur, petani yang terampil, dan lokasi strategis. Tinggal kemauan untuk mengeksekusinya,” pungkas Mahendra.

    Dengan hilirisasi yang terstruktur, ia optimis kelapa dapat menjadi salah satu pilar baru perekonomian Lampung, berdampingan dengan komoditas unggulan lainnya.

    Baca juga : Strategi Sinergi Ekspor Agroindustri Lampung, Sumsel, dan Banten: Analisis Data Terkini dan Roadmap Implementasi 

    Tags: #EkonomiLampung#HilirisasiKelapa#KelapaLampung#LampungNaikKelas#PetaniSejahtera
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tampung 13000 Jemaah, Masjid Terbesar Al-Bakrie Bandarlampung Gelar Salat Jumat Perdana

    Next Post

    Mudah Urus Balik Nama Tanah: Cek di Aplikasi Sentuh Tanahku

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Capaian Gemilang 16 Bulan Mirza Jihan Pimpin Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved