Lappung – Langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung dalam menggalang dukungan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 semakin mulus.
Dukungan strategis kini dipastikan datang dari KONI Riau yang siap memberikan suaranya (vote) untuk memenangkan pasangan Lampung-Banten.
Kepastian arah dukungan ini mencuat dalam pertemuan antara delegasi KONI Lampung dengan jajaran pengurus KONI Riau di Pekanbaru, Senin, 2 Februari 2026.
Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria, yang menerima langsung kunjungan tersebut, tidak ragu menyebut bahwa Riau memiliki ikatan emosional kuat untuk memuluskan jalan Lampung.
“Secara prinsip dan pribadi, Riau mendukung penuh. Kami tidak lupa sejarah saat Lampung memberikan dukungannya kepada Riau menjadi tuan rumah PON 2012 lalu.
“Kini giliran kami, kami yakin Lampung bisa,” tegas Edi Satria.
Meski secara prosedural permohonan dukungan ini akan dibawa ke rapat pimpinan KONI Riau untuk disahkan secara organisasi, Edi memberikan sinyal bahwa hal tersebut hanyalah formalitas administratif.
Jawaban positif akan segera dikirimkan ke Lampung dalam waktu dekat.
Dalam kacamata KONI Riau, proposal Lampung sebagai tuan rumah PON 2032 memiliki nilai tawar yang sangat tinggi.
Edi menyoroti keputusan cerdas Lampung menggandeng Provinsi Banten.
Kolaborasi lintas pulau ini, Sumatera dan Jawa dianggap sebagai format ideal untuk pemerataan prestasi olahraga nasional.
Selain itu, narasi Sumatera Bersatu yang diusung Lampung menjadi magnet tersendiri bagi 10 provinsi di Pulau Andalas.
“Ada keyakinan kuat karena beberapa faktor. Lampung belum pernah jadi tuan rumah, dan mereka menggandeng Banten.
“Ini poin krusial. Ditambah lagi semangat satu Sumatera, ini yang membuat kami di Riau yakin mendukung,” tambah Edi.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengapresiasi sambutan hangat dari Bumi Lancang Kuning.
Ia menyebut Riau sebagai provinsi kedelapan yang telah disambangi dan memberikan respon positif.
Menurut Riagus, roadshow ini bukan sekadar meminta tanda tangan dukungan, melainkan membangun konsolidasi kekuatan olahraga di wilayah Sumatera.
“Riau adalah titik kedelapan. Setelah mendapat respon luar biasa di sini, hari ini juga tim langsung bergerak ke Medan, Sumatera Utara.
“Misi kami tetap sama: bersilaturahmi dan memastikan soliditas dukungan saudara-saudara kami di Sumatera,” tutup Riagus.





Lappung Media Network