Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Lampung dan BRIN Kolaborasi 4 Tahun, Wujudkan Riset untuk Bangun Daerah.
Lampung dan BRIN Kolaborasi 4 Tahun, Wujudkan Riset untuk Bangun Daerah
Oleh: Mahendra Utama*
Gubernur Mirza: Pembangunan Harus Berbasis Bukti, Bukan Sekadar Seremoni
Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah berani dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam sebuah nota kesepakatan sinergi riset dan inovasi.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor BRIN, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (14/7/2026) ini dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria.
Gubernur yang akrab disapa Kiyai Mirza ini menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. “Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan daerah yang berlandaskan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan inovasi”.
Mirza menekankan bahwa pembangunan daerah harus bergeser menuju kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) agar setiap program memiliki manfaat yang terukur dan berkelanjutan.
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, juga menyampaikan pandangan senada. Menurutnya, sains dan teknologi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya berkembang di laboratorium. “Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Hasil inovasi harus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat”.
Teori pembangunan berbasis riset yang diusung ini sejalan dengan konsep inovasi sistemik, di mana kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga riset menjadi kunci untuk menciptakan dampak ekonomi yang luas.
Lampung, dengan posisi strategisnya sebagai gerbang Sumatera dan lumbung pangan nasional, dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, hingga ekonomi kreatif yang perlu didorong naik kelas melalui hilirisasi dan penguasaan teknologi.
Kerja sama ini akan berlangsung selama empat tahun ke depan dengan mengoptimalkan sinergi sumber daya manusia, infrastruktur riset, kompetensi, dan pendanaan kedua belah pihak.
Ini adalah fondasi kokoh bagi Lampung untuk bertransformasi menjadi provinsi yang inovatif dan berdaya saing. (*)
—————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network