Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: 19 Program Riset BRIN-Lampung, dari Singkong hingga Keantariksaan.
19 Program Riset BRIN-Lampung, dari Singkong hingga Keantariksaan
Oleh: Mahendra Utama*
Delapan Sektor Prioritas Digarap, Cassava Centre Jadi Proyek Percontohan
Kolaborasi antara Pemprov Lampung dan BRIN tidak hanya berhenti pada nota kesepakatan. Sebanyak 19 program strategis telah disusun secara matang dan akan dijalankan dalam empat tahun ke depan.
Program-program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kedeputian BRIN, lima organisasi riset BRIN, serta lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Lampung, yaitu Balitbangda, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, dan Dinas Perkebunan.
Delapan sektor prioritas yang disepakati mencakup berbagai aspek strategis, antara lain: sains dan edukasi keantariksaan, kedaulatan pangan dan inovasi agrikultur, tata niaga dan stabilitas harga pangan, teknologi terapan bagi petani, peternakan terintegrasi, ekonomi desa dan kreatif, kelautan dan perikanan, serta kebijakan dan tata kelola daerah.
Salah satu program yang paling konkret dan menjadi perhatian adalah pengembangan Pusat Riset Kolaborasi Cassava bersama Universitas Lampung (Unila).
Program ini menyasar pengembangan varietas unggul ubi kayu berkadar pati tinggi. BRIN akan menyediakan tenaga ahli, teknologi, pendampingan teknis, dan pendanaan riset.
Sementara itu, Pemprov Lampung memfasilitasi lahan uji, data lapangan, koordinasi pemangku kepentingan, serta pembiayaan melalui APBD.
Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, mengungkapkan bahwa usulan pembentukan pusat riset ini langsung mendapat dukungan penuh dari Kepala BRIN.
“Satu topik saja, tapi komprehensif dan ada impact. PKR Cassava ini warna baru untuk BRIN,” kata Arif Satria.
Riset ini akan melibatkan berbagai fakultas, dari Teknik Elektro hingga Ekonomi Bisnis, untuk memastikan produk singkong yang dihasilkan berkualitas dan berdaya saing global.
Program lain yang menyentuh langsung ekonomi desa mencakup hilirisasi damar mata kucing, revitalisasi, serta berbagai program untuk mengendalikan hama dan meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan.
Dengan 19 program strategis ini, Lampung siap melompat menjadi provinsi yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga unggul dalam inovasi dan teknologi. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network