Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti?

    Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti?

    Editor354 by Editor354
    12/09/2026
    in Saburai
    Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti

    Ilustrasi: OpiniMahe: Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti? (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti?

     

    Mengapa Penerbangan Lampung-Bandung Wings Air Berhenti?
    Oleh: Mahendra Utama*

    Ekspansi Ambisius di Tengah Pasar yang Belum Siap

    Wings Air resmi membuka rute langsung Bandar Lampung–Bandung pada 6–7 Agustus 2026, menghubungkan Bandara Radin Inten II (TKG) dengan Bandara Husein Sastranegara (BDO).

    Maskapai ini mengoperasikan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi ekonomi dengan frekuensi tiga kali sepekan Selasa, Kamis, dan Sabtu dari Bandung, serta Rabu, Jumat, dan Minggu dari Lampung.

    Namun, euforia pembukaan rute baru itu tidak bertahan lama. Okupansi perdana hanya mencapai 41,67 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas kesehatan finansial maskapai regional.

    Teori Ekonomi Transportasi dan Ambang BEP

    Dalam teori ekonomi transportasi, sebuah rute dinyatakan layak jika mampu mencapai load factor minimal yang menutupi biaya operasional langsung.

    Menurut Litman (2019), pemilihan moda transportasi merupakan proses di mana individu memilih moda yang dianggap paling efektif dan efisien dengan mempertimbangkan biaya, waktu, jarak, kenyamanan, dan preferensi pribadi.

    Artinya, sebuah rute udara hanya akan bertahan jika nilai utilitasnya terutama penghematan waktu melebihi selisih biaya yang dikeluarkan penumpang.

    Dengan ATR 72 berkapasitas 72 kursi, Wings Air setidaknya membutuhkan okupansi di kisaran 65–75 persen agar biaya avtur, kru, perawatan, dan landing fee dapat tertutup.

    Okupansi 41,67 persen setara dengan hanya sekitar 30 penumpang per penerbangan jauh dari titik impas.

    Frekuensi Terbatas dan Efek Jaringan

    Frekuensi tiga kali sepekan membuat rute ini sulit membangun network effect. Penumpang bisnis yang membutuhkan fleksibilitas harian cenderung memilih moda yang tersedia setiap hari.

    Dalam kerangka Tamin (2000), model pemilihan moda harus mempertimbangkan biaya perkiraan dan biaya aktual, di mana penumpang mengambil keputusan berdasarkan persepsi biaya dan manfaat yang dirasakan.

    Ketika jadwal hanya tersedia tiga kali sepekan, persepsi ketidakpastian meningkat, sehingga nilai utilitas penerbangan menurun relatif terhadap bus yang berangkat setiap hari.

    Kondisi ini diperparah oleh penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dan Radin Inten II akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada September 2026.

    Meskipun penutupan bersifat sementara, gangguan operasional berulang memperkuat keraguan calon penumpang terhadap keandalan rute baru.

    Pelajaran bagi Perencanaan Konektivitas Udara Regional

    Penghentian rute ini bukan semata kegagalan maskapai, melainkan cerminan ketidaksesuaian antara kapasitas yang ditawarkan dan struktur permintaan yang ada.

    Rute Lampung–Bandung secara fundamental didominasi oleh perjalanan dengan sensitivitas biaya tinggi, bukan sensitivitas waktu. Penerbangan hanya akan berkelanjutan jika menyasar segmen spesifik pebisnis, pelancong dengan urgensi waktu yang volumenya terbatas.

    Tanpa strategi yield management yang agresif dan kemitraan antarmoda yang solid, rute-rute regional seperti ini akan terus menghadapi risiko penghentian. (*)
    —————————————–‐——————‐–
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M.Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunan#TransportasiUdaraKebijakanTransportasiKonektivitasRegionalLampungBandungOpiniMaheWingsAir
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kota Baru dan Masa Depan Ibu Kota Lampung

    Next Post

    CBG Limbah Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    Related Posts

    Hilirisasi Produk Agro Pesawaran
    Saburai

    Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

    31/10/2026
    Coklat Pesawaran
    Saburai

    Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

    31/10/2026
    Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis
    Saburai

    Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

    28/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved