Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Kawasan Industri Batang Ubah Lahan Produksi Jadi Arena Sport Tourism.
Kawasan Industri Batang Ubah Lahan Produksi Jadi Arena Sport Tourism
Oleh: Mahendra Utama*
Industri Batang Membuktikan Lahan Produksi Bisa Menjadi Panggung Sport Tourism Nasional
Dari Kawasan Industri Menuju Destinasi Olahraga
KEK Industropolis Batang menorehkan babak baru dalam pengelolaan kawasan industri Indonesia. Pada 25–27 September 2026, kawasan ini sukses menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Sprint Rally Putaran 4 yang diikuti 111 pembalap dari berbagai provinsi, menjadikannya rekor peserta terbanyak sepanjang musim 2026.
Lintasan sepanjang 5,3 kilometer dengan latar pemandangan Laut Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pereli nasional.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem sport tourism dijalankan secara paralel dengan sektor industri untuk menciptakan efek ganda bagi akselerasi ekonomi daerah.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep integrasi sports tourism dan pembangunan industri yang menekankan diversifikasi sebagai orientasi utama, di mana sports tourism berfungsi memperluas ruang konsumsi massal sekaligus mendorong transformasi dan peningkatan industri.
Strategi Bertahap Berbasis Kolaborasi
Pengembangan sport tourism di Batang mengikuti pola bertahap yang direkomendasikan pemerintah: dimulai dari fase state-led ignition yang didorong pemerintah, dilanjutkan hybrid transition dengan pelibatan swasta, hingga mencapai market-led sustainability di mana sektor swasta menjadi penggerak utama.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi multiplihak: “Provinsi tidak bisa berdiri sendiri, kita harus gandeng Pak Bupati, kita gandeng KITB, kita gandeng seluruh stakeholder”.
Dampak ekonominya pun nyata. Penyelenggaraan event berskala nasional terbukti menciptakan multiplier effect terhadap UMKM, perhotelan, dan sektor kuliner di sekitar kawasan, sebagaimana diakui Gubernur bahwa “secara tidak langsung masyarakat akan terbantu”.
Representatif FIA, Tanya Kutsenko, bahkan menilai fasilitas KEK Industropolis Batang sangat potensial menjadi destinasi motorsport internasional.
Model Batang membuktikan bahwa kawasan industri tidak harus monofungsi lahan produksi dapat bertransformasi menjadi panggung olahraga yang menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.(*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network