Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani

    Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani

    Editor354 by Editor354
    29/09/2026
    in Saburai
    Jalan Pertanian Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani.

    Jalan Pertanian Lampung: Ketika Beton Mengubah Nasib Petani
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Mengapa Jalan Rusak Selama 30 Tahun Baru Disentuh Sekarang?

    Selama lebih dari tiga dekade, petani di Rawa Pitu, Tulang Bawang, hidup dengan jalan rusak yang membuat biaya angkut membengkak dan harga gabah tertekan.

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kementerian PU akhirnya mengeksekusi perbaikan ruas Gedong Aji–Umbul Mesir dengan anggaran lebih dari Rp130 miliar.

    Keputusan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan intervensi sosial-ekonomi yang menyentuh akar persoalan kemiskinan petani.

    Teori Transaction Costs dan Realitas Petani

    Dalam studi pembangunan pedesaan, teori transaction costs menjelaskan bahwa akses jalan yang buruk menciptakan biaya tersembunyi: waktu tempuh panjang, kendaraan cepat rusak, dan posisi tawar petani melemah di hadapan tengkulak.

    Penelitian Creightney (1993) dan Howe (1981) menegaskan bahwa jalan usaha tani memutus rantai biaya ini dengan membuka akses pasar dan menurunkan harga pokok distribusi.

    Data lapangan membuktikan teori itu: waktu tempuh dari Sumber Agung ke Aji Mesir yang semula satu jam kini hanya lima menit.

    Harga gabah basah naik dari sebelumnya tertekan menjadi Rp7.000 per kilogram, dan nilai tanah di sepanjang koridor melonjak dua kali lipat.

    Bukan Sekadar Beton, Ini Instrumen Kesejahteraan

    Gubernur Mirza menegaskan bahwa jalan ini adalah “urat nadi” yang membawa hasil panen menuju kesejahteraan.

    Pemerintah bahkan menyiapkan dryer untuk mendorong harga gabah ke Rp8.500 per kilogram sebuah bukti bahwa infrastruktur harus diintegrasikan dengan hilirisasi agar manfaatnya berkelanjutan.

    Teori Wilson (1973) menyebut jalan memperluas peluang dan memicu proses pembangunan yang berkelanjutan.

    Rawa Pitu adalah pembuktiannya: dari penantian 30 tahun menuju peningkatan ekonomi warga sekitar. (*)
    ——————————————————————
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PembangunanBerkelanjutan#PemerhatiPembangunanInfrastrukturInklusifJalanPertanianLampungKesejahteraanPetaniOpiniMaheTulangBawangBangkit
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    KPH Pesawaran Sukses Kelola Kemiri, Iskandar Buktikan Kolaborasi Pentahelix

    Related Posts

    KPH Pesawaran Sukses Kelola Kemiri
    Saburai

    KPH Pesawaran Sukses Kelola Kemiri, Iskandar Buktikan Kolaborasi Pentahelix

    28/09/2026
    Kolaborasi Kemiri NTB Jadi Model
    Saburai

    Kolaborasi Kemiri NTB Jadi Model, Lampung BISA Siapkan KPH Pesawaran

    28/09/2026
    MotoGP Mandalika 2026
    Saburai

    MotoGP Mandalika 2026: Warisan Sosial dan Kolaborasi Lintas Sektor

    27/09/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • HUT Ke-60 Karang Taruna: PPKT Lampung Dialog dengan Ketum PNKT Budi Djiwandono

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41 Persen, Indonesia Naik Kelas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • MotoGP Mandalika 2026: Warisan Sosial dan Kolaborasi Lintas Sektor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pelayanan Publik Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KPH Pesawaran Sukses Kelola Kemiri, Iskandar Buktikan Kolaborasi Pentahelix

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved