Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Model Pesawaran untuk Indonesia: Perhutanan Sosial sebagai Motor Ekonomi Lokal.
Model Pesawaran untuk Indonesia: Perhutanan Sosial sebagai Motor Ekonomi Lokal
Oleh: Mahendra Utama*
Integrated Area Development (IAD)
Kabupaten Pesawaran telah menjadi percontohan nasional pengembangan perhutanan sosial melalui Integrated Area Development (IAD).
KPH Pesawaran mendampingi Gapoktanhut Pujo Makmur di Desa Banjaran, yang mengelola hutan lindung dengan pola agroforestri multistrata: kapulaga di strata bawah, cengkeh dan kakao di tengah, serta durian dan karet di atas. Pendekatan ini mengintegrasikan nilai ekologi dan ekonomi.
Teori Community-Based Forest Management
Model ini sejalan dengan teori Community-Based Forest Management (CBFM) yang menekankan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian.
Kolaborasi penta helix akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media menjadi kunci keberhasilan.
KPH Pesawaran mencatat 42 KPS dengan 2.531 anggota dan 54 KUPS, mengelola 4.209,33 hektare.
Apresiasi Dinas Kehutanan Lampung dan KPH Pesawaran
Era Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menyatakan, “Apa yang dilakukan Gapoktanhut Pujo Makmur di Desa Banjaran adalah bukti nyata keberhasilan program Perhutanan Sosial dalam mendukung konservasi sekaligus meningkatkan ketahanan pangan”.
Dinas Kehutanan memberikan pembinaan intensif, pendampingan, dan bantuan sarana-prasarana. KPH Pesawaran berperan vital sebagai ujung tombak di tingkat tapak. (*)
——–‐———————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network