Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Mengapa Pengembang Pilih Surabaya Barat? Teori dan Strategi Kawasan Elit.
Mengapa Pengembang Pilih Surabaya Barat? Teori dan Strategi Kawasan Elit
Oleh Mahendra Utama*
Bid-Rent dan Landbank Raksasa
William Alonso melalui Bid-Rent Theory menjelaskan harga tanah turun seiring jarak dari pusat, tetapi saat pusat jenuh, ekspansi bergeser ke lahan luas berharga rasional.
Ciputra Group dan Pakuwon Group menguasai landbank ribuan hektar di barat sejak 1990-an. Master plan terpadu memungkinkan pembangunan township lengkap yang sulit dilakukan di pusat kota.
Akumulasi Kapital dan Gentrifikasi
David Harvey dalam Capital Switch Theory menyebut investasi properti mengubah kawasan marjinal menjadi bernilai tinggi lewat infrastruktur.
JLLB, Tol Surabaya–Mojokerto, akses Gempol/Juanda melonjakkan aksesibilitas dan capital gain.
“Infrastruktur adalah katalis utama pertumbuhan kawasan,” tegas Mahendra Utama.
Apresiasi dan Catatan Kritis
Kami mengapresiasi Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, serta para pengembang perumahan di Surabaya Barat. Kolaborasi ini menjadikan wilayah tersebut wajah baru ekonomi kota.
Namun, harga tanah meningkat perlu diimbangi hunian terjangkau, transportasi massal, dan tata ruang berkelanjutan.
Surabaya Barat bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan laboratorium pertumbuhan kota masa depan. (*)
——————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis 2020–2026.





Lappung Media Network