Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Strategi Lampung Jaga Harga dan Perkuat Pendapatan Rakyat.
Strategi Lampung Jaga Harga dan Perkuat Pendapatan Rakyat
Oleh: Mahendra Utama*
Pemprov Lampung tidak berhenti pada stabilitas harga. Fokus utama adalah penguatan pendapatan dan percepatan infrastruktur desa.
Keberhasilan menekan inflasi bulanan menjadi 0,14 persen pada September 2026 bukanlah kebetulan. Di balik angka tersebut, Pemprov Lampung menjalankan strategi ganda: menjaga stabilitas harga dan menggenjot pendapatan masyarakat.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, “Upaya menjaga harga harus dibarengi penguatan pendapatan. Masyarakat harus merasakan hidupnya semakin ringan dan memiliki masa depan lebih baik.”
Program Unggulan dan Teori Pemberdayaan
Untuk mewujudkan hal itu, berbagai program digulirkan. Mulai dari Desaku Maju, bantuan dryer, pupuk hayati cair, hingga penguatan pertanian dan UMKM.
Pendekatan ini sejalan dengan teori pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang menekankan partisipasi dan akses sumber daya sebagai kunci pengentasan kemiskinan.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan 62 ruas jalan provinsi dan 24 jembatan. Infrastruktur yang memadai akan memangkas biaya distribusi, yang pada akhirnya menekan disparitas harga antar daerah.
Sinergi dan Proyeksi ke Depan
Bank Indonesia (BI) Lampung mencatat penurunan harga bawang merah, daging ayam, dan minyak goreng turut menahan inflasi dari kenaikan cabai merah, beras, dan tomat.
Ke depan, BI mengingatkan risiko El Nino yang dapat memicu kenaikan harga gabah. Namun, dengan kolaborasi lintas sektor pemerintah, petani, dunia usaha, dan masyarakat inflasi Lampung diproyeksikan tetap dalam sasaran 2,5±1 persen.
Keberhasilan Lampung menjadi contoh bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan hadir di tengah masyarakat.
Dengan menjaga harga dan memperkuat pendapatan, Lampung tidak hanya stabil, tetapi juga tumbuh berkeadilan. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network