Lappung – Mendengar nama Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita.
Beliau merupakan salah satu ulama besar di Indonesia dan keturunan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga : Syekh Yusri Hafidzahullah Ta’ala Wa ra’ah Menjelaskan Soal Rezeki
Namun, tahukah kalian jika Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya pernah berjumpa dengan maha guru mbah Malik Purwokerto.
Bahkan, dikutip dari (Sumber cerita: Ust. Syahudi/ نقشبندي ناظمي) ketika Mbah Malik menjelang wafat, Habib Luthfi-lah yang diamanati oleh untuk meneruskan kemursyidannya.
Berikut cerita singkat perjalanan Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya atau biasa disapa Habib Luthfi berjumpa dengan Mbah Malik.
Habib Luthfi pertamakali berjumpa dengan Mbah Malik saat masih mondok di Kiai Bajuri Indramayu.
Kiai Bajuri adalah sosok yang sangat luas ilmunya, khususnya dalam bidang fiqih.
Setiap kali Kiai Bajuri menjawab permasalahan dalam ilmu fiqih, beliau menjelaskannya dengan empat madzhab sekaligus.
Dan hampir tidak terlihat perbedaan antar empat madzhab setiap kali beliau menjelaskan permasalahan.
Karena saking luasnya ilmu dan kepandaian beliau dalam menempatkan persoalan fiqih. Begitu juga maqam (derajat) kewaliian Kiai Bajuri sangat tinggi.
Beliau, Kiai Bajuri termasuk wali autad, dalam dunia tasawuf wali autad hanya ada 4 dalam 1 abad.
Seminggu sebelum Kiai Bajuri wafat, kaki beliau tertusuk oleh paku hingga tembus ke atas.
Kemudian, beliau dawuh kepada Habib Luthfi: “Anu Yik (Habib), setiap orang dapat rizkinya berbeda-beda.”
Sontak perkataan Kiai Bajuri itu membuat Habib Luthfi kaget. Dalam hati Habib Luthfi bergumam “Orang tertusuk paku kok dibilang rizki?”
“Tapi tidak usah khawatir Yik, nanti ada guru yang lebih hebat dari saya. Beliau adalah guru saya, namanya Mbah Malik,” jelas Kiai Bajuri.
“Tapi jangan kaget ya Yik, beliau orangnya berambut gondrong,” kata Kiai Bajuri.
Setelah wafatnya Kiai Bajuri, Habib Luthfi langsung menuju ke tempat Mbah Malik di Kedung Paruk, Purwokerto.
Sesampainya di sana Habib Luthfi disambut oleh Mbah Malik.
Dengan tersenyum Mbah Malik bertanya kepada Habib Luthfi, “Bagaimana Yik dengan Kiai Bajuri?
“Lagi-lagi Habib Luthfi dibuat kaget, dalam hati berkata, “Kedua orang ini kapan ketemunya, dan kapan ngobrolnya?” tanya habib Luthfi dalam hati.
Selama Habib Luthfi bin Yahya mondok di Kedung Paruk beliau lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkhidmah kepada gurunya, Mbah Malik.
Baca Juga : Lafadz Niat Puasa Sunnah Senin Kamis
Bahkan habib Lutfhi bercerita sewaktu mondok di Kedung Paruk. Ia menceritakan bahwa dirinya tidak sempat mengkhatamkan kitab al-Ajurumiyah dan Safinah.
Itulah sepenggal cerita perjumpaan Habib Lutfhi dengan Mbah Malik. Jika bukan kita yang mengabadikan kisah dan sejarah ulama Indonesia, siapa lagi?





Lappung Media Network