Lappung – Kepala BPDASHL WSS kunjungi lokasi penanaman RHL atau Rehabilitasi Hutan dan Lahan tahun 2019 di Hutan Register 20 Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Baca Juga: Parosil Mabsus Gelar Ramah Tamah Jelang Purna Bhakti
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih – Way Sekampung Idi Bantara, beserta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah, mendatangi lokasi penanaman di Pematang Kubuaro, Dusun Wonorejo, di sela-sela acara pembukaan Reforest Camp yang diadakan oleh Pecinta Alam Setapak.
“Kegiatan RHL ini dilakukan selama tiga tahun dari 2019 sampai 2021. Dilaksanakan oleh pihak ketiga namun proses penanaman dilakukan oleh petani. Kami memberi 74.400 batang bibit untuk total 186 hektar. Petani menanam 400 batang perhektar. Jenisnya pala. cengkeh, kemiri, nangka, pinang, dan petai,” ujar Idi Bantara.
“Kami memberi 74.400 batang bibit untuk total 186 hektar. Petani menanam 400 batang perhektar.”
“Dan sekarang Sudah tiga tahun, sudah ada pohon yang belajar berbuah. Kedepannya buahnya tentu akan meningkat terus,”
“Tajuknya memberikan pendapatan bagi petani dan tajuk juga memberikan manfaat pada lingkungan berupa pengendalian khususnya hidrologis dalam rangka perawatan daerah aliran sungai,”
Idi Bantara menambahkan, pihaknya sudah serah terima kepada pemangku kawasan, KPH
Pesawaran dan kelompok tani.
“Kami harap selalu dirawat oleh petani. Dan hasilnya seratus persen untuk petani. Dengan catatan dia berkewajiban membayar Provisi Sumber Daya Hutan, PSDH. Membayar PNPB sebesar enam persen melalui sistem,” jelasnya.
Idi Bantara juga memberi pertimbangan pada para petani untuk mengaitkan antara vegetasi dan pariwisata.
Baca Juga: Gerakan Literasi Desa Karang Taruna Pesawaran
“Karena ini terkait dengan vegetasi dan lokasi Bangun Rejo dekat dengan wisata Kiluan, berarti ada potensi pengunjung. Desa Bangun Rejo bisa memanfaatkan panen buah untuk menjadi oleh-oleh wisatawan,” Idi Bantara menjelaskan
“Wisatawan bisa membeli oleh-oleh kelengkeng, alpukat, duren, pete, jengkol. Potensi ini sangat besar. Lampung memiliki keuntungan, dekat dari Jakarta dan kota-kota lain.” lanjutnya.
“Hutan ada sumber daya ekonomi masa depan sekaligus kita menjaga lingkungan agar lestari,” tutupnya.





Lappung Media Network