Lappung – Platform perjalanan digital Agoda merilis temuan terbaru yang mengubah peta preferensi liburan keluarga Indonesia.
Untuk periode tengah tahun 2025, Kota Bandarlampung muncul sebagai bintang baru pariwisata domestik dengan lonjakan minat pencarian akomodasi mencapai 103 persen.
Baca juga : 3 Juta Wisatawan Incar Lampung Saat Lebaran
Data yang ditarik untuk periode 15 Juni hingga 15 Juli 2025 ini menempatkan Lampung di posisi teratas sebagai destinasi dengan pertumbuhan tertinggi, mengalahkan kota-kota wisata yang lebih dulu mapan.
Angka ini menandakan adanya pergeseran selera wisatawan yang kini mulai melirik destinasi alternatif.
Tren pencarian destinasi anti-mainstream ini juga terlihat di kota lain.
Garut di Jawa Barat mencatatkan kenaikan minat sebesar 84 persen, disusul oleh kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, dengan pertumbuhan 63 persen.
Ketiganya menawarkan pengalaman otentik yang berbeda, mulai dari wisata bahari Lampung, keindahan alam Garut, hingga pesona budaya dan fenomena alam Dieng.
Baca juga : Peluang dan Tantangan Pariwisata Lampung di Era Kepemimpinan Baru
Pada saat yang sama, data Agoda menunjukkan animo keluarga Indonesia untuk berlibur ke luar negeri juga semakin beragam dan masif.
Mekkah, Arab Saudi, memimpin lonjakan pencarian hingga 234 persen.
Di belakangnya, Sapporo di Jepang dan Shanghai di Tiongkok juga menjadi sorotan dengan kenaikan masing-masing 222 persen dan 102 persen.
Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, menyebut fenomena ini sebagai cerminan pergeseran nilai dalam berwisata.
Ia melihat adanya keinginan kuat dari keluarga untuk mencari pengalaman yang lebih dari sekadar rekreasi.
Baca juga : Tahura Wan Abdul Rahman, Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi
“Perjalanan kini tidak sekadar rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk membangun pengalaman bermakna bagi seluruh anggota keluarga,” jelas Gede dalam siaran persnya, Senin, 28 Juli 2025.
Lonjakan minat ke destinasi internasional ini didorong oleh berbagai faktor.
Popularitas Mekkah ditopang oleh tujuan ibadah umroh yang sering kali digabungkan dengan perjalanan ke negara lain.
Sementara itu, Shanghai diuntungkan oleh kebijakan bebas visa dan rute penerbangan langsung baru, sedangkan Sapporo memikat wisatawan dengan festival budaya dan konser musim panasnya.
Pergeseran ini diperkirakan akan terus berlanjut dan membuka peluang ekonomi bagi daerah-daerah yang sebelumnya bukan merupakan pusat pariwisata utama di Indonesia.
Baca juga : Menanti Terobosan Mirza-Jihan untuk Membangkitkan Pariwisata Lampung





Lappung Media Network