Lappung – Provinsi Lampung mencatatkan sejarah baru di sektor maritim dengan peluncuran resmi Kapal Motor Penumpang (KMP) Dalom 1, Jumat, 14 November 2025.
Ini adalah kapal penumpang pertama milik daerah yang akan beroperasi di jalur penyeberangan Bakauheni–Merak, rute tersibuk di Indonesia.
Baca juga : Lampung Punya Kapal! KMP Dalom 1 Resmi Tambah 65 Armada Bakauheni-Merak
Peluncuran kapal sepanjang 114,75 meter itu tidak hanya memperkuat posisi Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera, tetapi juga membuka keran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum tergarap maksimal oleh provinsi.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai langkah tersebut sebagai sebuah terobosan strategis.
Menurutnya, selama ini Lampung seakan hanya menjadi penonton dari lalu lintas ekonomi bernilai triliunan di Selat Sunda.
“Ribuan penumpang dan kendaraan menyeberang setiap hari, tapi kontribusi langsung ke kas daerah (Lampung) belum ada.
“Dengan KMP Dalom 1, Lampung tidak lagi jadi penonton,” ujar Mahendra Utama, Sabtu, 15 November 2025.
Targetkan PAD, Kuasai Layanan
KMP Dalom 1, yang dioperasikan oleh BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU) bekerja sama dengan PT Damai Lautan Nusantara, akan masuk ke industri yang sangat padat.
Kapal ini memiliki kapasitas angkut 270 penumpang dan 200 kendaraan sekaligus.
Menurut Mahendra, kepemilikan kapal sendiri memberikan otonomi penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung.
Baca juga : Dermaga VI Merak Kembali Beroperasi Usai Rusak Dihantam KMP Portlink III
“Yang lebih penting, dengan punya kapal sendiri, Pemprov bisa lebih leluasa ikut mengatur standar kualitas layanan, harga tiket, dan jadwal operasional.
“Ini krusial untuk kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran KMP Dalom 1 adalah cerminan kepercayaan diri Lampung dalam membangun daerahnya sendiri, tidak hanya bergantung pada operator lain.
Fasilitas Eksekutif Berbalut Budaya Tapis
KMP Dalom 1 tidak dirancang sebagai kapal feri biasa.
Kapal ini diposisikan di kelas eksekutif untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.
Fasilitas yang tersedia di dalamnya meliputi:
- Lounge VIP
- Ruang keluarga (family room)
- Area bermain anak
- Mushola
- Ruang khusus untuk penumpang disabilitas
Hal yang paling mencolok, menurut Mahendra, adalah upaya integrasi budaya lokal ke dalam layanan modern.
“Yang menarik, desain interiornya memakai motif Tapis dan ornamen khas Lampung.
“Jadi penumpang tidak hanya menyeberang, tapi juga bisa langsung merasakan sentuhan budaya lokal. Ini nilai jual yang unik,” tuturnya.
Peluncuran kapal yang turut disertai upacara adat Hitar Lawok (tradisi memohon keselamatan di laut) ini dipandang sebagai simbol bahwa pembangunan modern di Lampung tetap berjalan selaras dengan pelestarian tradisi.
Baca juga : Terekam CCTV, Penumpang KMP Mufidah Terjun ke Laut Dekat Bakauheni
